Longsor Majenang Telan Korban, Gubernur Ahmad Luthfi Instruksikan Pemetaan Darurat Daerah Rawan Bencana

Berita, JAWA TENGAH1304 Dilihat

CILACAP, PortalMuria.com — Peristiwa tanah longsor yang melanda Dusun Tarukan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, meninggalkan duka mendalam bagi warga Jawa Tengah. Bencana yang terjadi pada Kamis malam, 13 November 2025, itu menelan korban jiwa dan membuat puluhan warga dinyatakan hilang setelah permukiman mereka tertimbun material longsoran.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan imbauan keras kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya di wilayah pegunungan dan daerah rawan longsor.

“Kita imbau masyarakat di daerah lain supaya waspada, terutama daerah-daerah di pegunungan dan rawan longsor,” tegas Gubernur Ahmad Luthfi di Semarang, Jumat malam (14/11/2025).

Ia memerintahkan seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk memperkuat langkah mitigasi, termasuk memperbarui pemetaan daerah rawan bencana agar masyarakat dapat memahami tingkat ancaman di wilayahnya.

“Peta lokasi rawan bencana itu agar bisa diberikan kepada masyarakat, sehingga mereka punya kewaspadaan,” ujarnya.

 

Terkait penanganan longsor di Cibeunying, Gubernur Luthfi menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah menemukan korban hilang dan mengevakuasi warga yang selamat. Tim gabungan dari BPBD kabupaten dan provinsi, TNI, Polri, relawan, hingga berbagai stakeholder telah diterjunkan dan terus menyisir lokasi.

“Ini terus berlanjut. Beberapa alat sudah diturunkan semuanya. Kita berdoa semoga masih diberikan keselamatan bagi masyarakat yang belum ditemukan,” tuturnya.

Dapur umum dan bantuan logistik mulai didistribusikan ke warga terdampak. Selain itu, tim lapangan juga menyiapkan langkah pemulihan jangka panjang pascabencana.

Tanah longsor dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Majenang. Material longsor menimbun rumah warga dengan penurunan tanah mencapai 2 meter serta memunculkan retakan sepanjang 25 meter.

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa total 46 jiwa dari 17 kepala keluarga terdampak langsung oleh musibah tersebut. Hingga Jumat pagi (14/11/2025), tercatat tiga warga ditemukan meninggal dunia dan 20 orang masih dalam pencarian.

Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi seluruh wilayah Jawa Tengah bahwa kesiapsiagaan dan mitigasi bencana harus diperkuat, terutama memasuki musim hujan.

(Red.)