Gubernur Jawa Tengah Tekankan Intensifikasi Layanan Healing Jelang Iduladha 2026

Politik52 Dilihat

Portal Muria – 16 April 2026 | JAKARTA – Menjelang Iduladha yang dijadwalkan pada bulan depan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengunjungi program layanan kesehatan hewan keliling (Healing) di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, pada Rabu, 15 April 2026. Kunjungan tersebut tidak sekadar inspeksi rutin, melainkan menjadi ajakan tegas agar layanan Healing diperluas dan dipercepat untuk memantau kondisi kesehatan ternak menjelang hari raya kurban.

“Hari ini kami melakukan pengecekan intensif karena Iduladha sebentar lagi tiba. Populasi ternak di Jawa Tengah mencapai 6,3 juta ekor, angka yang sangat signifikan,” ujar Ahmad Luthfi setelah meninjau aktivitas tim kesehatan hewan. Ia menekankan pentingnya kesiapan kesehatan ternak mengingat besarnya permintaan kurban tahun ini.

Data resmi Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah (Distanak) memperkirakan total populasi ternak pada 2026 meliputi:

  • Sapi potong: 1,32 juta ekor
  • Kerbau: 23 ribu ekor
  • Kambing: 3,7 juta ekor
  • Domba: 1,33 juta ekor

Dengan perkiraan kebutuhan kurban mencapai sekitar 593 ribu ekor, potensi penularan penyakit menular menjadi kekhawatiran utama pemerintah provinsi.

“Kami tidak menginginkan situasi di mana pada hari Iduladha muncul wabah penyakit yang dapat menular, terutama pada sapi, kerbau, kambing, dan ternak lainnya,” tegas Luthfi. Ia menambahkan bahwa layanan Healing dirancang untuk memberikan kontrol kesehatan secara proaktif, sehingga potensi penularan dapat diminimalisir sebelum kurban dilaksanakan.

Layanan Healing merupakan inisiatif inovatif Distanak yang berfungsi sebagai pelengkap Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang telah tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Program ini menyiapkan tim dokter hewan yang berkeliling ke desa-desa, menawarkan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, vaksinasi, serta layanan khusus seperti ultrasonografi (USG) untuk hewan bunting, semuanya tanpa biaya bagi peternak.

Sejak peluncurannya pada Februari 2026, program Healing menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga pertengahan April 2026, hanya terdeteksi sepuluh ekor hewan yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK), dan semua kasus tersebut telah berhasil diobati. “Deteksi dini dan penanganan cepat inilah yang menjadi kunci keberhasilan program,” kata Ahmad Luthfi.

Defransisco Dasilva Tavares, Kepala Distanak Jawa Tengah, menjelaskan bahwa layanan Healing tidak hanya bersifat reaktif, melainkan juga proaktif. “Kami menindaklanjuti laporan lapangan secara cepat, mirip dengan sistem spot stop yang diterapkan Kementerian Pertanian,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa di perbatasan Jawa Tengah terdapat pos lalu lintas ternak yang berfungsi mengontrol masuknya hewan dari luar provinsi, mencegah masuknya penyakit baru.

Para peternak di lapangan menyambut baik program ini. Agus Kiswoyo, seorang peternak sapi dan kambing di Desa Krikilan, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui layanan Healing. “Tahun 2024 dan 2025 merupakan puncak kasus PMK di daerah kami. Sekitar setengah populasi ternak terdampak. Saya berharap program ini dapat lebih sering dilaksanakan,” ujarnya sambil menekankan perubahan usahanya dari penggemukan menjadi pembibitan sapi setelah mengalami serangan PMK beberapa tahun lalu.

Intensifikasi layanan Healing menjelang Iduladha dipandang strategis oleh pemerintah provinsi. Dengan memperluas jangkauan tim dokter hewan ke lebih banyak desa, diharapkan semua peternak dapat melakukan pemeriksaan rutin, memperoleh vaksinasi, serta mendapatkan penanganan cepat apabila ditemukan gejala penyakit. Langkah ini juga sejalan dengan upaya menjaga stabilitas pasokan hewan kurban, yang merupakan kebutuhan penting bagi jutaan umat Muslim di Indonesia.

Selain meningkatkan frekuensi kunjungan, Distanak juga berencana menambah kapasitas laboratorium lapangan untuk mempercepat proses diagnosis. Penggunaan teknologi digital untuk pencatatan data kesehatan ternak juga akan diintegrasikan, memungkinkan pemantauan real-time dan pembuatan kebijakan yang lebih responsif.

Dengan latar belakang data populasi ternak yang besar dan risiko penyebaran penyakit yang signifikan, peran layanan Healing menjadi krusial. Pemerintah provinsi menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan program ini, tidak hanya menjelang Iduladha, namun juga sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kesehatan hewan, kesejahteraan peternak, dan keamanan pangan nasional.

Secara keseluruhan, langkah Gubernur Ahmad Luthfi untuk menekankan intensifikasi layanan Healing menunjukkan sinergi antara kebijakan publik dan kebutuhan lapangan. Diharapkan, dengan dukungan penuh dari Distanak, peternak, serta masyarakat, Jawa Tengah dapat menyambut Iduladha dengan ternak yang sehat, bebas penyakit, dan siap memenuhi kebutuhan kurban secara optimal.