Krisis Regenerasi Sales di Indonesia, KOMISI Soroti Paradoks Profesi yang Paling Dibutuhkan tapi Minim Peminat

Berita, Nasional848 Dilihat

BandungPortalMuria.com — Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) kembali menegaskan paradoks besar dunia kerja Indonesia: profesi sales adalah salah satu kelompok pekerjaan terbesar, namun justru paling sulit mendapatkan tenaga baru. Fenomena ini mencuat dalam peringatan Hari Sales Indonesia (Harsindo) dan HUT ke-14 KOMISI yang berlangsung di Hotel Savoy Homann, Bandung.

Pendiri KOMISI, Dedy Budiman, M.Pd., membuka diskusi dengan pertanyaan sederhana tetapi menusuk realitas. Ketika bertanya “Susah nggak cari sales?” seluruh peserta menjawab susah. Saat ditanya “Siapa yang bangga menjadi sales?” banyak yang mengangkat tangan. Namun ketika dilanjutkan dengan pertanyaan “Siapa yang ingin anaknya jadi sales?” hampir semua tangan turun.

“Ironis sekali, sales leader saja berat hati melihat anaknya jadi sales. Padahal lowongan sales itu paling banyak dan justru paling sulit dicari. Bahkan banyak orang tua yang bekerja sebagai sales pun tidak ingin anaknya menapaki profesi yang sama,” ujar Dedy, disambut tawa kecut para peserta.

Dedy menegaskan bahwa berdasarkan Sakernas BPS Februari 2025, kelompok Tenaga Usaha Penjualan termasuk tiga kelompok pekerjaan terbesar di Indonesia. Namun besarnya kebutuhan ini tidak sejalan dengan regenerasi yang terus melemah.

“Profesi sebesar ini justru yang paling sulit diregenerasi. Ini alarm serius bagi dunia usaha kita,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedy menyoroti tema Bandung Sales Training Summit 2025, “Be Strong or Be Wrong: Leading Sales in The New Reality”, yang menekankan pentingnya ketangguhan mental, adaptasi teknologi, hingga kepemimpinan yang relevan menghadapi dinamika pasar baru.

Pembina KOMISI, James Gwee, turut mengingatkan bahwa profesi sales kini menuntut kelincahan, ketahanan mental, dan literasi digital.

“Lowongan sales paling banyak, tapi generasi sekarang makin fragile. AI tidak menggantikan sales—AI menggantikan sales yang tidak mau belajar,” tegas James.

James juga mengenalkan konsep “Full-Tilt”, yaitu bekerja dengan totalitas dan fokus penuh tanpa setengah-setengah. Dengan pendekatan ini, menurutnya, sales lebih siap menghadapi tekanan, lebih cepat berkembang, dan mampu mencapai target secara konsisten.

Ia menambahkan bahwa profesi sales merupakan motor penting penggerak ekonomi nasional dan menawarkan peluang pendapatan tinggi bagi tenaga yang kompeten dan mau berkembang.

Rangkaian acara Harsindo 2025 merupakan lanjutan dari Rakernas KOMISI ke-13 serta konferensi pers yang sehari sebelumnya dihadiri 37 wartawan dari berbagai media. Rakernas yang diikuti 25 pengurus daerah tersebut menghasilkan visi baru organisasi:

“Menjadikan profesi sales sebagai sarana meningkatkan harkat hidup, membangun kesejahteraan berkelanjutan, dan menumbuhkan kebanggaan dalam setiap langkah profesional.”

Dengan berbagai isu strategis yang mencuat, KOMISI menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan martabat profesi sales serta membangun ekosistem yang lebih kuat dalam menjawab kebutuhan dunia usaha Indonesia.

(Red.)