BPBD Jateng Waspadai Kekeringan Agustus 2026, Pati hingga Jepara Masuk Daerah Rawan

Berita, Jepara14 Dilihat

PORTALMURIA.COM, JEPARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2026. Sejumlah daerah seperti Kabupaten Grobogan, Jepara, Demak, Kudus, Pati, hingga Wonogiri disebut masih berpotensi mengalami krisis air bersih apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan meskipun ancaman kekeringan masih membayangi, kondisi cadangan air di bendungan dan waduk hingga saat ini masih tergolong aman.

Menurutnya, wilayah seperti Kecamatan Guntur dan Karangawen di Kabupaten Demak hampir setiap tahun menghadapi persoalan kekeringan. Karena itu, komunikasi aktif antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Daerah seperti Guntur dan Karangawen di Demak hampir setiap tahun menghadapi persoalan kekeringan. Karena itu, komunikasi masyarakat dengan pemerintah menjadi hal yang sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” ujar

Bergas dalam kegiatan Prime Topic bersama DPRD Jawa Tengah di Kabupaten Jepara, baru-baru ini.
Ia menambahkan, beberapa wilayah yang memiliki waduk juga tetap berpotensi mengalami kekurangan air apabila kemarau berlangsung dalam waktu lama.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta segera melaporkan kondisi di lapangan agar distribusi bantuan air bersih dapat dilakukan secepat mungkin.

Sementara itu, Ketua Pokja Operasi dan Pemeliharaan Balai PSDA Jratun Seluna Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Syam Sahida Ali Mustofa, menjelaskan bahwa kondisi tampungan air di bendungan hingga saat ini masih berada pada level yang aman.

Dari 12 bendungan besar yang ada di Jawa Tengah, hanya satu bendungan yang memiliki volume tampungan di bawah rata-rata. Sedangkan 11 bendungan lainnya masih memiliki cadangan air yang mencukupi untuk menghadapi musim kemarau.

Selain bendungan, Jawa Tengah juga didukung sekitar 38 waduk yang dikelola Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta sekitar 172 embung yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan tersebar di 35 kabupaten/kota.

Meski demikian, Syam mengingatkan para petani agar menyesuaikan pola tanam selama musim tanam ketiga yang berlangsung pada Juni hingga Agustus. Penyesuaian tersebut dinilai penting agar kebutuhan air pertanian tetap seimbang dengan ketersediaan air di bendung.

“Permintaan air harus seimbang dengan ketersediaan air di bendung. Untuk musim kemarau, pola tanam perlu disesuaikan agar tidak terjadi kekurangan air bagi lahan pertanian,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap keberadaan bendungan, waduk, dan embung yang tersebar di berbagai daerah mampu meminimalkan dampak kekeringan sekaligus menjaga pasokan air bersih bagi masyarakat serta mendukung keberlangsungan sektor pertanian selama musim kemarau 2026.

(Red.)