Portal Muria – 15 April 2026 | Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mencon yang terletak di Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, kini berada dalam kondisi kritis. Menurut kepala sekolah, Muhammad Yasin Amin, hampir 90 persen fasilitas kelas tidak layak pakai setelah hujan lebat pada 11 April 2026 membuat sebagian atap roboh. Kondisi ini memaksa sebagian besar siswa mengalihkan proses belajar mengajar (KBM) ke lokasi alternatif, termasuk rumah warga, balai desa, dan kantor pemerintah desa.
Kepala sekolah menjelaskan bahwa sebelum hujan deras, empat ruang kelas sudah ditinggalkan karena kerusakan struktural. Pada malam 11 April, hujan deras mengguyur wilayah Pati hingga atap beberapa kelas runtuh. “Kondisi sekolah ini sudah lapuk, ketika hujan datang atap kelas ini tertimpa musibah dan roboh,” ujar Yasin dalam pernyataan kepada media pada 14 April 2026. Ia menambahkan bahwa kelas V dan VI masih dapat melaksanakan KBM di dalam gedung, sementara kelas I sampai IV harus belajar di luar.
Berikut adalah penempatan sementara bagi masing-masing kelas:
- Kelas I: Balai Desa Mencon
- Kelas II: Rumah salah satu perangkat desa (perades)
- Kelas III: Rumah wali kelas
- Kelas IV: Kantor Pemerintah Desa (Pemdes) Mencon
Situasi ini tidak hanya mengganggu kelancaran proses belajar, tetapi juga menimbulkan rasa khawatir di kalangan orang tua dan warga. Tanah tempat sekolah berdiri juga dilaporkan rawan longsor, sehingga pembangunan parsial dianggap berisiko. “Jika hanya atap yang dibangun, tembok kelas yang lain sudah mulai retak, kami khawatir akan terjadi musibah,” tegas Yasin.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak sekolah telah mengajukan permohonan bantuan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Pati hingga ke tingkat pusat. Proses pengajuan bantuan sarana dan prasarana sekolah harus melalui Sistem Data Pokok Pendidikan (DAPODIK), yang menuntut pembaruan data kerusakan secara berkala. Yasin mengungkapkan bahwa pembaruan terakhir dilakukan empat tahun lalu, sehingga proses penilaian masih mengandalkan data lama.
Setelah melalui mekanisme tersebut, SDN Mencon berhasil masuk dalam daftar rehabilitasi dan memperoleh nominasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026. “Alhamdulillah, sekolah kami masuk nominasi DAK umum dan reguler, semoga bantuan dapat segera tiba,” harap Yasin.
Pihak Pemerintah Kabupaten Pati juga menanggapi situasi ini. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, membentuk tim survei untuk menilai kerusakan gedung-gedung sekolah di wilayah tersebut. Dalam pernyataannya pada 12 April 2026, Risma menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap semua sekolah yang masih menggunakan bangunan Inpres (infrastruktur persekolahan). Ia menambahkan, “Kami menyadari banyak sekolah di Pati masih berada dalam kondisi tidak layak, seperti SDN Mencon yang atapnya rubuh, beruntung tidak ada korban jiwa.
Salah satu siswa yang terdampak, Ikhsan, kelas III, menyampaikan rasa sedihnya karena harus belajar di rumah guru setelah kelasnya ambruk. “Ruang kelasnya ambruk, belajar jadi tidak nyaman, lesehan, panas, dan sempit,” keluhnya. Ia berharap sekolah dapat segera diperbaiki agar kembali menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman.
Secara keseluruhan, kerusakan gedung SDN Mencon menimbulkan tantangan besar bagi pendidikan di wilayah Mencon. Keterbatasan fasilitas memaksa siswa, guru, dan orang tua mencari solusi sementara yang tidak ideal. Diperlukan langkah cepat dari pemerintah daerah dan pusat, baik dalam bentuk pendanaan DAK maupun percepatan proses perizinan melalui DAPODIK, agar bangunan sekolah dapat direvitalisasi secara total. Hanya dengan infrastruktur yang layak, proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung normal, memberikan rasa aman dan motivasi bagi generasi muda Mencon.







