Dua Tahun Dilaporkan, Tanpa Aksi: Kelas SDN 02 Sambirejo Akhirnya Roboh

Pati, Pendidikan903 Dilihat

PATI, PortalMuria.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Pati kembali diuji. Bangunan ruang kelas di SDN 02 Sambirejo, Kecamatan Tlogowungu, roboh pada Rabu siang (14/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Akibat kejadian ini, para siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di ruang yang jauh dari kata layak.

Robohnya bangunan diduga kuat dipicu cuaca buruk berupa hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Kondisi bangunan yang sudah rapuh akhirnya tak mampu lagi menahan terpaan alam.

Kepala SDN 02 Sambirejo, Prihadi, mengungkapkan bahwa terdapat tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan parah. Bahkan salah satu ruang kelas dilaporkan roboh total, dengan atap dan dinding ambruk.

“Kemarin hari Rabu pukul 13.00 WIB gedung kami ambrol karena curah hujan tinggi dan angin. Ada tiga ruang kelas, gudang, dan kantin bangunan lama yang rusak parah,” ungkap Prihadi, Kamis (15/1/2026).

Selain ruang kelas, bangunan gudang dan kantin sekolah juga tak luput dari kerusakan akibat cuaca ekstrem.

Ironisnya, kerusakan bangunan sekolah ini bukan persoalan baru. Pihak sekolah mengaku telah melaporkan kondisi bangunan sejak dua tahun terakhir ke berbagai pihak, mulai dari desa, korwil pendidikan, hingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati.

“Sudah kurang lebih dua tahun kami melaporkan secara intensif. Desa, korwil, bahkan dinas sudah mengetahui kondisinya. Tapi belum ada tindakan, hanya penilaian dan cek lokasi,” tambah Prihadi.

Ketiadaan tindak lanjut itulah yang kini berujung pada robohnya bangunan kelas, menambah daftar panjang persoalan infrastruktur pendidikan di daerah.

Meski kerusakan terbilang parah, pihak sekolah bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kejadian robohnya bangunan terjadi setelah jam pelajaran usai, saat siswa sudah meninggalkan ruang kelas.

Namun demikian, trauma dan ketidaknyamanan tetap dirasakan oleh para siswa dan guru.

Demi menjaga keberlangsungan pendidikan, pihak sekolah bersama komite mengambil langkah darurat. Tiga kelas terpaksa digabung, dengan memanfaatkan ruang kelas lain yang masih aman dan diberi sekat seadanya.

“Kami sudah bermusyawarah dengan komite. Anak-anak direlokasi ke ruang lain atau disekat. Yang penting mereka tetap bisa belajar,” tandas Prihadi.

Meski KBM tetap berjalan, kondisi ini jelas tidak ideal dan berpotensi mengganggu kenyamanan serta kualitas pembelajaran siswa.

Menanggapi kejadian ini, Kepala Disdikbud Kabupaten Pati, Sunarji, S.Pd., M.Pd., mengaku pihaknya sudah mengetahui laporan kerusakan SDN 02 Sambirejo sebelum bangunan roboh.

Namun untuk perbaikan jangka panjang, Disdikbud masih harus menunggu kepastian anggaran dari kementerian.

“Baru proses kita tindak lanjuti sesuai situasi dan kondisi. Untuk jangka panjang, masih menunggu apakah mendapat jatah perbaikan atau tidak,” ujar Sunarji singkat.

Peristiwa robohnya ruang kelas SDN 02 Sambirejo menjadi tamparan keras bagi pengelolaan sarana pendidikan. Laporan yang sudah disampaikan bertahun-tahun, namun tak segera ditindaklanjuti, kini berbuah musibah.

Jika tidak ada langkah cepat dan konkret, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan kembali terulang, dan mungkin kali ini tak lagi tanpa korban.

(Red.)