Portal Muria – 19 April 2026 | Pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, menegaskan bahwa Persib Bandung tidak boleh lagi menguji coba taktik atau pemain muda pada sisa tujuh laga Liga Super 2025/2026. Dalam konferensi pers yang digelar menjelang pertemuan melawan Dewa United pada pekan ke-28, ia menekankan bahwa tim harus tampil dengan “full power” untuk mengamankan poin maksimal demi mengejar gelar juara.
Hodak mengakui bahwa musim ini merupakan tantangan terberat dalam tiga tahun terakhir. Pada dua musim sebelumnya, Persib berhasil mengumpulkan 64 poin untuk mengunci gelar, namun kini standar kemenangan telah naik. Saat ini, Maung Bandung berada di puncak klasemen dengan 64 poin dari 27 pertandingan, sementara Borneo FC berada tepat di belakang dengan 63 poin, dan Persija Jakarta menempati posisi ketiga dengan 58 poin. Selisih tipis tersebut menuntut setiap laga menjadi krusial.
Dalam pernyataan resmi, Hodak menolak keras segala bentuk “eksperimen” di lapangan. Ia menegaskan bahwa pelatih asisten dan staf teknis harus memprioritaskan formasi yang telah terbukti efektif, serta menurunkan pemain yang menunjukkan performa konsisten. “Kami tidak memiliki ruang untuk mencoba taktik baru atau memberi waktu bermain yang berlebihan kepada pemain yang belum siap secara fisik dan mental,” kata Hodak. “Setiap menit di lapangan harus menghasilkan nilai tambah bagi tim. Jika tidak, itu berarti kami mengorbankan peluang untuk meraih tiga poin yang sangat kami butuhkan.”
Jadwal sisa tujuh laga Persib menampilkan lawan-lawan yang tidak dapat dianggap remeh. Setelah Dewa United di Banten International Stadium, tim akan melawan Borneo FC, Persija Jakarta, PSM Makassar, dan beberapa tim lainnya yang berada di zona tengah klasemen. Semua pertandingan tersebut dijadwalkan dalam rentang tiga minggu, menuntut kebugaran fisik optimal dan kedalaman skuad yang memadai.
Berikut rangkaian sisa pertandingan Persib beserta target poin yang diharapkan:
- Pekan ke-28: Persib vs Dewa United – Target 3 poin
- Pekan ke-29: Persib vs Borneo FC – Target minimal 1 poin
- Pekan ke-30: Persib vs Persija Jakarta – Target 3 poin
- Pekan ke-31: Persib vs PSM Makassar – Target minimal 1 poin
- Pekan ke-32: Persib vs Arema FC – Target 3 poin
- Pekan ke-33: Persib vs PSIS Semarang – Target minimal 1 poin
- Pekan ke-34: Persib vs Madura United – Target 3 poin
Dengan total maksimum 21 poin yang dapat diraih, Persib berpotensi menambah poin hingga 85, sebuah angka yang secara historis cukup untuk mengamankan gelar. Namun, hal ini hanya akan tercapai bila tim menahan diri dari perubahan taktik mendadak dan mengandalkan pemain inti yang telah terbukti.
Keputusan Bojan Hodak untuk menutup ruang eksperimen juga dipengaruhi oleh kondisi fisik pemain. Pada fase akhir musim, cedera dan kelelahan menjadi faktor penentu. Oleh karena itu, manajemen medis klub telah melakukan rotasi yang terukur, memastikan bahwa pemain kunci seperti Wander Luiz, Febri Hariyadi, dan Victor Igbonefo tetap berada dalam kondisi prima.
Selain fokus pada taktik, Hodak menyoroti pentingnya dukungan suporter. “Suporter Persib adalah 12 pemain di lapangan. Kami mengharapkan suara mereka menjadi energi tambahan, terutama pada laga-laga penting di kandang,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa stadion akan dipenuhi oleh para pendukung, menciptakan atmosfer yang menegangkan bagi lawan.
Para analis sepak bola menilai bahwa keputusan Bojan tidak hanya realistis, tetapi juga strategis. Dengan menutup opsi eksperimen, tim dapat meminimalkan risiko kesalahan taktik yang berpotensi menelan poin. Di sisi lain, kritik muncul dari kalangan yang menginginkan kesempatan bagi pemain muda untuk memperoleh pengalaman di level tertinggi. Namun, Hodak menegaskan bahwa peluang tersebut akan diberikan pada musim depan, setelah Persib mengamankan gelar.
Secara keseluruhan, tekanan untuk meraih poin maksimal di tujuh laga terakhir menjadi ujian nyata bagi Bojan Hodak dan skuad Persib Bandung. Jika mereka dapat mengeksekusi strategi yang telah ditetapkan tanpa penyimpangan, peluang untuk mengangkat trofi Super League 2025/2026 akan semakin nyata. Sebaliknya, kegagalan untuk menahan diri dari eksperimen dapat menurunkan moral tim dan memberi ruang bagi pesaing seperti Borneo FC dan Persija Jakarta untuk melesat.
Dengan komitmen penuh dari pemain, staf, dan suporter, Persib Bandung kini berada pada posisi yang menentukan. Hanya sisa tujuh laga yang menanti, dan Bojan Hodak menuntut agar setiap menit di lapangan menjadi langkah pasti menuju puncak klasemen.








