BRUS di MA Khoiriyah Sitiluhur Soroti Bahaya Pernikahan Dini: 105 Siswa Dapat Edukasi Penting dari Penyuluh Agama

Berita, Pati747 Dilihat

PATIPortalMuria.com || Suasana MA Khoiriyah Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, berbeda dari biasanya pada Senin pagi. Ratusan siswa berkumpul bukan untuk ujian ataupun upacara, melainkan untuk mengikuti kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) adalah sebuah program edukasi yang belakangan semakin penting di tengah tingginya angka pernikahan dini di Indonesia. Senin (8/12/2025).

Sebanyak 105 siswa mengikuti kegiatan ini, dipandu langsung oleh KH. Kasmuin, penyuluh agama Kecamatan Gembong. Dengan gaya penyampaian yang lugas dan menyentuh persoalan inti, KH. Kasmuin mengajak para remaja memahami secara serius dampak luas pernikahan dini yang kerap dianggap sepele.

Dalam paparannya, KH. Kasmuin menegaskan bahwa pernikahan bukan perkara coba-coba, melainkan keputusan besar yang membutuhkan kematangan ilmu, mental, dan ekonomi.

“Pernikahan itu butuh pemikiran matang. Banyak perceraian terjadi karena pasangan belum siap secara psikologis maupun pengetahuan,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa pernikahan usia dini tidak hanya berdampak pada pendidikan, tetapi juga dapat meninggalkan luka psikologis, hambatan karier, bahkan risiko kesehatan bagi perempuan.

Melalui acara BRUS ini, KH. Kasmuin mengajak para peserta untuk menjadikan masa remaja sebagai fase belajar, bukan terburu-buru mengambil keputusan besar.

Ia berharap para siswa MA Khoiriyah bisa menuntaskan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

“Bekal ilmu itu penting. Jangan korbankan masa depan hanya karena dorongan sesaat atau tekanan lingkungan,” pesannya.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari para peserta. Banyak siswa mengaku baru memahami seberapa besar risiko pernikahan dini yang selama ini hanya mereka dengar sepintas.

Selain menambah wawasan, acara ini menjadi pengingat penting bahwa masa depan tidak dibangun tergesa-gesa. Masa remaja harus dimanfaatkan untuk memperkuat karakter, menambah keterampilan, dan mempersiapkan kehidupan jangka panjang.

Pihak madrasah berharap kegiatan seperti ini bisa terus dihadirkan, mengingat masih adanya fenomena pernikahan di bawah umur di sejumlah wilayah.

Dengan terselenggaranya kegiatan BRUS ini, MA Khoiriyah Sitiluhur menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang berpendidikan, bijak, dan siap menghadapi kehidupan berumah tangga dengan lebih matang.

“Kami ingin siswa benar-benar memahami bahaya fisik dan psikologis dari pernikahan di bawah umur. Pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama,” tegas pihak madrasah.

(Red.)