Portal Muria – 18 April 2026 | Stadion Mapei menjadi saksi dramatis Serie A pada Sabtu (17/4/2026) malam WIB, ketika Sassuolo mengalahkan Como 1907 dengan skor 2-1. Gol pembuka dicetak oleh Cristian Volpato pada menit ke-42, diikuti dua menit kemudian oleh M’bala Nzola, menjadikan tim asuhan Fabio Grosso unggul dua gol sebelum jeda. Como berusaha mengejar, dan berhasil memotong jarak melalui Nico Paz pada menit tambahan pertama babak pertama (45+2). Meskipun mendominasi penguasaan bola di babak kedua, Como tak mampu menembus pertahanan kokoh Sassuolo, yang didukung penampilan impresif bek tengah Timnas Indonesia, Jay Idzes.
Pelatih Como, mantan gelandang Spanyol Cesc Fabregas, menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada suporter setelah timnya gagal mengeksekusi taktik yang telah dirancang. “Kami meminta maaf kepada para penggemar dan mengucapkan selamat kepada Sassuolo. Penampilan kami kurang lancar, bola terlalu lambat, dan sayap Sassuolo sulit dikendalikan,” ujar Fabregas dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia menambahkan, “Kami tidak mencapai 10% dari potensi tim. Kami harus belajar dan mempersiapkan diri lebih baik untuk pertandingan selanjutnya.”
Fabregas juga memuji strategi Fabio Grosso yang ia nilai berbeda dari biasanya. “Ini bukan Sassuolo yang biasa. Mereka bermain dengan kepadatan pemain luar biasa dan taktik low block yang menekan kami sejak awal,” kata Fabregas. “Kami mencoba menembus pertahanan mereka, namun hari ini bukan hari kami. Kami tidak memiliki kualitas cukup untuk mengatasi mereka.”
Di sisi lain, pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, mengungkapkan kebanggaan atas penampilan timnya serta peran penting Jay Idzes. “Saya bangga dengan para pemain ini, terutama Idzes yang tampil solid sepanjang 90 menit. Pertahanan kami sangat disiplin, dan itu berkontribusi pada kemenangan,” ujar Grosso. Idzes, yang berduet dengan Tarik Muharemovic, mencatat rating 7 dari FotMob, menegaskan kehadirannya sebagai bek tengah internasional yang mampu menahan tekanan serangan balik Como.
- Skor Akhir: Sassuolo 2 – 1 Como 1907
- Penyerang Sassuolo: Cristian Volpato (42′), M’bala Nzola (44′)
- Penyerang Como: Nico Paz (45+2′)
- Penampilan Terbaik: M’bala Nzola (1 gol, 1 assist, rating 8,5)
- Posisi Tim di Klasemen: Sassuolo naik ke peringkat 9 dengan 45 poin; Como tetap di peringkat 5 dengan 58 poin.
Kemenangan Sassuolo menambah poin mereka menjadi 45 dari 33 pertandingan, mengamankan posisi sembilan dalam klasemen Serie A. Sementara itu, Como tetap berada di peringkat kelima, namun jarak dua poin dari Juventus menambah tekanan pada tim asuhan Fabregas untuk kembali ke jalur kemenangan. Jika Juventus berhasil memenangkan laga melawan Bologna pada 20/4/2026, posisi Como dapat terancam turun satu peringkat.
Fabregas menegaskan bahwa timnya harus tetap tenang dan fokus pada pertandingan berikutnya. “Kami harus tetap tenang, belajar dari kekalahan ini, dan mempersiapkan diri dengan baik untuk meningkatkan kualitas permainan,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa perbaikan taktik dan konsistensi mental menjadi prioritas utama ke depan.
Grosso juga menyoroti nilai moral kemenangan bagi pemain muda Indonesia. “Melihat Jay Idzes tampil gemilang memberi inspirasi bagi generasi muda di Indonesia. Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi lebih banyak pemain Indonesia untuk berkarier di level Eropa,” katanya.
Dengan hasil ini, Serie A musim 2025/2026 terus menampilkan persaingan ketat di antara tim-tim papan atas. Pertarungan antara tim-tim tradisional dan klub-klub yang mengandalkan strategi cerdas serta pemain internasional semakin memperkaya kompetisi. Bagi Como, tantangan berikutnya adalah mengembalikan performa mereka ke level yang diharapkan, sementara Sassuolo berambisi menembus zona Champions League.
Kesimpulannya, pertandingan ini menegaskan pentingnya taktik defensif yang terorganisir, kontribusi pemain asing, dan keberanian pemain lokal dalam kompetisi bergengsi. Kedua tim kini harus menyesuaikan strategi masing-masing untuk mencapai target akhir musim.







