Portal Muria – 18 April 2026 | Jakarta, 18 April 2026 – Pasangan selebritas Fairuz A Rafiq dan Sonny Septian kembali menjadi sorotan publik setelah serangkaian rumor perceraian yang beredar di media sosial terbukti tidak berdasar. Kedua artis mengeluarkan pernyataan tegas melalui kuasa hukum serta unggahan pribadi, menegaskan bahwa rumah tangga mereka tetap harmonis dan mengajak netizen untuk mendoakan kelangsungan cinta mereka.
Isu perceraian pertama kali muncul pada pertengahan April, dengan sejumlah akun kreator konten mengedarkan judul-judul sensasional seperti “Tak kuat menahan tangisnya saat King Faaz mencurahkan hatinya” dan “Fairuz pertemukan Sonny dan selingkuhannya hingga terjadi ketegangan di rumah”. Konten tersebut dilengkapi foto-foto dan video yang dipadukan secara manipulatif, menimbulkan kebingungan di kalangan penggemar.
Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum pasangan, Minola Sebayang, menyatakan bahwa informasi yang beredar merupakan hoaks yang diduga berasal dari pihak internal. “Peristiwa itu terjadi di dalam rumah. Tidak mungkin bisa keluar kalau tidak ada keterlibatan orang dalam,” ujarnya dalam konferensi pers singkat. Minola menegaskan bahwa tidak ada dokumen atau keputusan pengadilan yang mendukung rumor perceraian, dan menuntut agar pihak yang menyebarkan berita palsu bertanggung jawab.
Fairuz A Rafiq sendiri memberikan klarifikasi secara langsung melalui sambungan video call dengan wartawan. Ia menegaskan hubungan dengan suaminya masih kuat dan menolak segala tuduhan perceraian. “Masih harmonis, doain saja semoga kita bahagia sampai menua bersama,” ujar Fairuz sambil tersenyum. Ia juga menambahkan bahwa anak-anak mereka berada dalam kondisi baik, tetap bersekolah dan mengikuti les secara rutin.
Sonny Septian, yang juga merupakan presenter dan aktor, tidak tinggal diam. Dalam unggahan di akun Instagram @sonnyseptian, ia menulis, “HOAX. Ini berita bohong dan tidak benar ya,” sekaligus menampilkan contoh-contoh judul menyesatkan yang telah beredar. Ia menambahkan sindiran tajam kepada kreator konten yang membuat dan menyebarkan rumor tersebut, “Niat banget bikin beritanya, bahkan lebih niat dari istri saya untuk diet.” Sonny mengakhiri postingannya dengan harapan agar para penyebar rumor mendapat ampunan dan dapat mencari rezeki halal.
Selain menegaskan tidak ada perceraian, kedua pasangan menyampaikan doa yang menyentuh hati publik. Fairuz menuliskan, “Allah jaga cinta kita,” sementara Sonny menambahkan, “Alhamdulillah Masya Allah Tabarakallah. Allah selalu jaga rumah tangga kami. Semoga dengan ini Allah menggugurkan dosa-dosa kami. Bismillah sonfai family saling sayang, saling jaga selamanya.” Doa bersama ini mendapatkan respon positif dari netizen yang mengapresiasi sikap dewasa dan spiritual pasangan tersebut.
Isu serupa sempat muncul di media lain, termasuk laporan yang menyebutkan bahwa rumor perceraian tersebut menjadi salah satu berita artis terheboh pada Jumat (17/4). Namun, semua media tersebut kemudian mencantumkan klarifikasi resmi dari kuasa hukum pasangan, menegaskan kembali bahwa tidak ada proses perceraian yang sedang berlangsung.
Kejadian ini menyoroti fenomena penyebaran hoaks di era digital, terutama terkait kehidupan pribadi publik figur. Ahli komunikasi media, Dr. Rina Wulandari, mengingatkan bahwa konsumen informasi harus lebih kritis dalam menerima berita, terutama yang tidak disertai sumber yang dapat diverifikasi. “Sebelum mempercayai atau menyebarkan suatu cerita, sebaiknya periksa keabsahannya terlebih dahulu,” ujarnya.
Sejauh ini, tidak ada tindakan hukum yang diambil terhadap kreator konten yang menyebarkan rumor tersebut. Namun, kuasa hukum pasangan menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum jika hoaks terus berlanjut dan menimbulkan kerugian moral maupun materiil.
Kesimpulannya, rumor perceraian antara Fairuz A Rafiq dan Sonny Septian terbukti tidak berdasar dan telah dibantah secara resmi oleh kedua belah pihak serta kuasa hukum mereka. Pasangan tersebut mengajak publik untuk berdoa demi kelangsungan rumah tangga yang harmonis, sekaligus menyerukan agar penyebar hoaks menyesal dan memperbaiki perilaku mereka. Kasus ini menjadi pengingat penting akan tanggung jawab etika dalam berbagi informasi di platform digital.








