Portal Muria – 18 April 2026 | Setelah hampir enam tahun berkompetisi di Liga MX, Mazatlán FC resmi menutup babak terakhirnya sebagai tim tuan rumah di Estadio El Encanto. Perhelatan penutup ini dijadwalkan pada Rabu, 18 April 2026, ketika sang tim menyambut Toluca, juara ganda Liga MX, dalam laga yang diberi julukan “The Last Dance”. Pintu stadion dibuka secara gratis, menandakan upaya klub untuk memberi kesempatan kepada seluruh suporter menyaksikan momen bersejarah ini tanpa hambatan biaya.
Liga MX 2026 Clausura menjadi latar belakang dramatis bagi Mazatlán FC. Pada minggu sebelumnya, klub tersebut menempati posisi menengah‑bawah klasemen setelah mencatatkan hasil imbang 1-1 melawan Querétaro dalam pertandingan ke-15. Kedua gol di laga tersebut masing-masing berasal dari tendangan penalti, menandakan ketegangan yang melanda tim dalam upaya menambah poin di tengah persaingan sengit.
Empat poin yang diraih dari tiga laga terakhir (dua kali imbang melawan Querétaro dan Gallos Blancos, serta satu kemenangan tipis atas Pumas) tidak mampu mengubah nasib tim yang sudah dipastikan akan menutup siklus di Liga MX. Keputusan resmi bahwa Mazatlán FC akan digantikan oleh Atlante pada akhir musim menambah beban emosional bagi pemain, pelatih, dan pendukung.
Sejak berdiri pada Juni 2020, hasil total Mazatlán FC di Liga MX mencerminkan perjalanan yang berliku. Selama 12 turnamen, klub mencatat 47 kemenangan, 55 hasil imbang, dan 99 kekalahan, dengan selisih gol negatif 106 (225 gol untuk dan 331 gol melawan). Tingginya rotasi pelatih – total 11 orang dalam rentang enam tahun – menjadi salah satu faktor utama ketidakstabilan taktik dan identitas tim.
Di antara momen penting yang menandai akhir era ini, klub pernah menggelar promosi tiket seharga lima peso untuk pertandingan melawan Gallos Blancos, sebuah upaya untuk menarik lebih banyak penonton ke stadion yang sering kali sepi. Upaya tersebut beralih menjadi kebijakan gratis pada pertandingan penutup, menegaskan tekad klub untuk mengakhiri era di Sinaloa dengan kebersamaan massal.
Jadwal terakhir melawan Toluca tidak hanya menjadi ajang perpisahan, melainkan juga panggung bagi pemain muda Mazatlán FC untuk menunjukkan kemampuan sebelum melangkah ke fase berikutnya, baik tetap berkarier di tim lain atau bergabung dengan Atlante. Antusiasme suporter tercermin dari antusiasme media sosial, di mana hashtag #TheLastDance dan #MazatlanFC menjadi trending di kota Mazatlán pada hari-hari menjelang pertandingan.
Selain faktor lapangan, keputusan penutupan klub juga berdampak pada ekonomi lokal. Estadio El Encanto, yang dibangun pada tahun 2020, menjadi salah satu venue penting bagi sektor perhotelan, kuliner, dan transportasi di kota. Penutupan Mazatlán FC menimbulkan pertanyaan tentang masa depan stadion dan potensi penggunaan kembali fasilitas tersebut, baik untuk event olahraga lain atau kegiatan komunitas.
Di sisi lain, kembalinya Atlante ke Liga MX membawa harapan baru bagi penggemar sepak bola nasional. Atlante, yang memiliki sejarah panjang di sepak bola Meksiko, diharapkan dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan Mazatlán FC serta menghidupkan kembali rivalitas tradisional.
Secara keseluruhan, perjalanan Mazatlán FC di Liga MX dapat dilihat sebagai pelajaran tentang pentingnya stabilitas manajerial, koneksi dengan basis suporter, dan adaptasi taktik di level tertinggi kompetisi. Meskipun catatan statistik tidak mengesankan, klub berhasil menumbuhkan identitas baru di Sinaloa, memperkenalkan generasi muda kepada sepak bola profesional, dan menyuguhkan momen-momen tak terlupakan bagi penduduk setempat.
Dengan berakhirnya musim Clausura 2026, suporter Mazatlán FC kini menantikan pertandingan penutup melawan Toluca. Sebuah malam yang diharapkan menjadi simbol persatuan, nostalgia, dan harapan akan masa depan sepak bola di wilayah tersebut, baik melalui kehadiran Atlante maupun inisiatif lokal lainnya.







