Ada Kabar Burung Pungli Proyek SD 40 Persen, DPRD Rembang Bersuara

Berita, Rembang198 Dilihat

PORTALMURIA.COM, REMBANG – Isu miring menerpa proyek revitalisasi Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Rembang. Beredar kabar burung mengenai adanya dugaan pungutan liar (pungli) alias pemotongan anggaran hingga 40 persen kepada para kepala sekolah penerima bantuan.

Menanggapi rumor yang meresahkan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Rembang Muhammad Rofi’i mengaku pihak legislatif belum menerima laporan resmi ataupun data valid. Ia pun meminta peran aktif media dan masyarakat untuk menyodorkan bukti awal.

“Belum. Saya nggak dengar itu. Kalau sudah sarpras empat puluh persen belum dengar soal itu saya. Makanya nanti saya itu minta bantuan dari media lah untuk memberikan info dulu biar nanti kita lanjutin,” kata Rofi’i kepada wartawan, Senin (7/9/2026).

Rofi’i menegaskan pihak DPRD tidak akan tinggal diam jika isu tersebut terbukti benar. Komisi IV berkomitmen melakukan pengawasan ketat, terutama pada kualitas fisik bangunan sekolah yang sedang direvitalisasi.

Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian antara pengerjaan di lapangan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), Rofi’i memastikan akan mengambil langkah hukum yang tegas.

“Nanti kalau memang keadaan fisik itu kok ada pelanggaran-pelanggaran yang sangat besar, nanti kita juga mau lihat. Nanti juga kami akan mengadukan sama inspektur (Inspektorat),” tegasnya.

Pihaknya juga mengajak media untuk ikut memetakan sekolah-sekolah yang kondisi proyeknya mencurigakan, terutama sekolah yang minim pengawasan dari masyarakat sekitar.

“Mungkin ada sekolahan yang mungkin pekerjaannya sangat mengkhawatirkan atau nanti jauh dari bantuan masyarakat, mungkin media lebih tahu,” lanjut Rofi’i.

Pemanggilan Dinas Pendidikan Tertunda

Terkait rencana pemanggilan Dinas Pendidikan serta pihak pengawas proyek, Rofi’i menyebut agenda tersebut belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, jadwal kedewanan saat ini sedang padat.Saat ini DPRD Rembang tengah fokus merampungkan pembahasan anggaran daerah.

Meski agenda Badan Musyawarah (Banmus) sangat padat, Rofi’i mengklaim anggotanya tetap mencuri waktu setiap pagi untuk melakukan fungsi pengawasan ke lapangan.

“Kami memang butuh info-info yang ada di bawah. Karena sekolahan ini kelihatannya kok penggarapannya kerjanya kok jelek, ya kita langsung terjun aja karena keterbatasan kita,” pungkasnya.

Respons Kepala Dindikpora Rembang

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang Achmad Solchan juga mengaku belum mengetahui kabar burung tersebut. Pihaknya meminta kejelasan lokasi sekolah yang dimaksud agar bisa langsung meluncur untuk melakukan pengecekan.

“Wa’alaikum salam. Saya belum dengar, Mas. Mohon info TKP-nya ya. Tak krosceknya (saya cek),” ujar Solchan singkat saat dikonfirmasi. (B2)