Mas Yana Kembali Muncul di Terminal Sleko, Map Coklat dan Sarung-Sepatu Picu Spekulasi Publik

Berita, Pati, Politik1292 Dilihat

PATI, PortalMuria.com – Nama Anang Afiyana Firdaus kembali mengapung di ruang publik. Pria yang akrab disapa Mas Yana itu terlihat berada di sekitar Terminal Sleko, Kabupaten Pati, Minggu sore (25/1/2026), dengan penampilan yang langsung mengundang perhatian.

Menenteng tas ransel serta membawa map coklat tebal, Mas Yana tampil nyentrik. Ia mengenakan sarung yang dipadukan dengan sepatu, gaya yang sontak menjadi bahan perbincangan warga sekitar hingga netizen di media sosial.

Keberadaan map coklat yang dibawa Mas Yana tak luput dari sorotan. Publik mengaitkannya dengan rekam jejaknya yang sebelumnya sempat ramai diberitakan karena mendatangi Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk melaporkan dugaan pelanggaran oleh sejumlah oknum DPRD Pati.

Tak hanya itu, Mas Yana juga dikenal sebagai sosok yang secara terbuka membela Sudewo sejak kasus hukum yang menjerat tokoh tersebut mencuat. Maka tak heran, kemunculannya kali ini kembali memantik spekulasi soal kelanjutan manuver hukum yang mungkin akan ia tempuh.

Saat hendak dimintai keterangan, Mas Yana memilih menghindari awak media. Dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, ia hanya memberikan jawaban singkat dan terkesan normatif.

“Mau jalan-jalan saja, Mas,” ujarnya singkat.
Jawaban tersebut justru menambah tanda tanya. Pasalnya, waktu, lokasi, dan barang yang dibawanya dianggap terlalu “kebetulan” untuk sekadar jalan-jalan.

Foto; Mas Yana terlihat berada di sekitar Terminal Sleko, Kabupaten Pati, Minggu sore (25/1/2026),

Di tengah sikap irit bicara itu, beragam tafsir bermunculan di tengah masyarakat. Sebagian menduga Mas Yana akan menuju Jakarta untuk menjenguk Sudewo, yang tengah menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun, tak sedikit pula yang meyakini langkah Mas Yana masih berkaitan dengan agenda pelaporan lanjutan ke Kejaksaan Agung, mengingat rekam jejaknya yang kerap muncul membawa dokumen tebal saat isu hukum memanas.

Pengamat informasi publik, Slamet Widodo, menilai sikap Mas Yana yang kini lebih banyak diam patut dicermati.

“Yana itu susah dibaca. Saya kenal dia sejak sekolah. Kalau dia sudah irit bicara, biasanya ada sesuatu yang sedang disiapkan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut makin menguatkan persepsi bahwa kemunculan Mas Yana bukanlah peristiwa biasa.

Sementara itu, jagat media sosial justru ramai menyoroti gaya berpakaian Mas Yana. Kombinasi sarung dan sepatu dinilai unik, bahkan tak sedikit yang menyebutnya sebagai “ciri khas perlawanan kultural” ala Mas Yana.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait tujuan keberangkatan Anang Afiyana Firdaus maupun isi map coklat yang ia bawa. Publik pun masih menunggu, apakah kemunculan kali ini hanya sensasi sesaat, atau justru awal dari babak baru dinamika politik dan hukum di Pati.

(Red.)