Celtic Menggulung St Mirren 6-2 di Hampden, Tiket Final Piala Skotlandia Kini di Tangan Neil Lennon

Olahraga35 Dilihat

Portal Muria – 20 April 2026 | Hampden Park menjadi saksi drama sepak bola Skotlandia pada 19 April 2026 ketika Celtic menyingkirkan St Mirren dengan skor 6-2 setelah perpanjangan waktu (extra time). Pertandingan semifinal Piala Skotlandia ini tidak hanya menampilkan serangan tajam Celtic, tetapi juga ketegangan hingga menit-menit akhir, yang akhirnya menghasilkan penampilan gemilang Kelechi Iheanacho.

Awal pertandingan langsung dimulai dengan tekanan kuat Celtic. Dalam satu menit pertama, Daizen Maeda memanfaatkan kesalahan penjaga gawang St Mirren, Ryan Mullen, dan mengirim bola ke dalam gawang, memberikan Celtic keunggulan pertama. Dominasi Celtic berlanjut hingga jeda pertama, dimana Anthony Ralston menambah satu poin pada menit 45+3 melalui tembakan yang berhasil menembus gawang 17‑tahun debutan Grant Tamosevicius, pengganti Mullen yang cedera.

St Mirren berusaha bangkit di babak kedua. Mikael Mandron memperkecil ketertinggalan pada menit ke-53 dengan sundulan tajam yang menyaingi pertahanan Celtic. Namun, Celtic kembali menambah skor menjadi 2-1 pada menit 90+1 lewat serangan balik, sekaligus menegaskan keunggulan mereka menjelang akhir regulasi.

Menjelang akhir waktu normal, St Mirren berhasil menyamakan kedudukan 2-2 berkat gol kedua Mandron pada menit tambahan pertama (90+1). Kejutan ini memaksa pertandingan masuk ke perpanjangan waktu, menambah ketegangan bagi para pendukung kedua tim.

Di perpanjangan waktu, Celtic menunjukkan kekuatan mentalnya. Substitusi Kelechi Iheanacho masuk dan langsung mencetak dua gol dalam rentang waktu singkat: pertama pada menit 96 dan kedua pada menit 100, keduanya memperlebar jarak. Luke McCowan, yang juga masuk sebagai pengganti, menambah satu gol pada menit 98, sementara Benjamin Nygren menutup skor pada menit 102. Dengan empat gol dalam 12 menit, Celtic memastikan kemenangan yang meyakinkan.

Pelatih Celtic, Martin O’Neill, mengungkapkan rasa lega setelah timnya berhasil mengatasi tekanan St Mirren yang sempat memperkecil jarak. “Rasanya luar biasa melihat tim kami kembali menguasai permainan di menit-menit krusial,” kata O’Neill dalam konferensi pers pasca pertandingan. Sementara itu, manajer St Mirren, Craig Levein, mengakui perjuangan timnya, namun menilai bahwa kecukupan pengalaman Celtic menjadi faktor penentu.

Kelechi Iheanacho, yang menjadi pahlawan ekstra waktu, menyatakan kebahagiaannya atas kontribusi pentingnya. “Saya senang bisa membantu tim di fase paling penting. Ini bukti kerja keras kami semua,” ujar Iheanacho kepada media.

Kemenangan ini menempatkan Celtic di final Piala Skotlandia yang akan digelar pada 23 Mei 2026 melawan Dunfermline Athletic, tim yang dipimpin oleh mantan pelatih Celtic, Neil Lennon. Pertemuan antara O’Neill dan Lennon di final menjanjikan konfrontasi taktis yang menarik, mengingat sejarah persaingan mereka di level domestik.

St Mirren, meski kalah, menunjukkan karakter dan kemampuan bangkit kembali, terutama dengan penampilan gemilang Mandron yang mencetak dua gol. Kedepannya, tim dari Paisley ini akan fokus pada liga domestik mereka, berupaya memperbaiki posisi klasemen.

Dengan hasil akhir 6-2, Celtic tidak hanya memastikan tempat di final, tetapi juga mengirim sinyal kuat kepada lawan mereka bahwa mereka siap bersaing untuk menambah trofi dalam musim yang sudah penuh tantangan. Penampilan menawan di Hampden ini menambah kepercayaan diri skuad sebelum menghadapi tantangan terakhir melawan Dunfermline, yang menanti di Stadion Hampden pada akhir Mei.