Liga Desa Grup C 2025–2026 Resmi Dibuka di Pati, Wakil Bupati Tekankan Prestasi dan Persaudaraan Desa

Berita, Olahraga, Pati1114 Dilihat

PATI, PortalMuria.com – Semangat sportivitas dan persaudaraan antardesa menggelora di Lapangan Safin, Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil. Liga Desa Grup C Tahun 2025–2026 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, Selasa (6/1/2026).

Pembukaan kompetisi ini menandai dimulainya perhelatan olahraga desa lintas kabupaten di Jawa Tengah, yang bukan sekadar ajang adu strategi dan fisik, tetapi juga ruang silaturahmi serta penguatan prestasi olahraga berbasis desa.

Dalam keterangannya, Risma Ardhi Chandra menyampaikan bahwa Liga Desa Grup C diikuti oleh tujuh desa dari tujuh kabupaten di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Blora, Sragen, Grobogan, dan Rembang.

Ia berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan aman, tertib, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas hingga melahirkan juara terbaik.

“Liga Desa Grup C ini diikuti oleh tujuh desa dari tujuh kabupaten di Jawa Tengah. Semoga pertandingan berjalan lancar dan menghasilkan juara yang nantinya akan kembali dipertandingkan di Boyolali,” ujar Chandra.

Chandra menegaskan, Liga Desa bukan hanya pertandingan olahraga semata. Lebih dari itu, ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet desa, sekaligus sarana mempererat persaudaraan antardaerah di Jawa Tengah.

Menurutnya, kompetisi seperti ini sangat penting untuk membuka ruang lahirnya talenta-talenta olahraga potensial dari desa, yang kelak mampu mengharumkan nama daerah di level yang lebih tinggi.

Sementara itu, Direktur Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Farida Kurnianingrum, mengapresiasi Kabupaten Pati sebagai tuan rumah penyelenggaraan Liga Desa Grup C.

Ia menilai kegiatan ini selaras dengan pengembangan konsep sport village tourism, yang menggabungkan olahraga, pariwisata, dan ekonomi desa.

“Ini menjadi suatu hal yang sangat membanggakan bagi Kabupaten Pati dan diharapkan mampu memberikan nuansa baru dalam pengembangan sport village tourism,” ungkap Farida.

Farida menambahkan, olahraga desa memiliki potensi besar sebagai pengungkit ekonomi masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan di sektor olahraga, tetapi juga pada aspek sosial, ekonomi, hingga budaya desa.

“Olahraga dapat menjadi magnet penguatan ekonomi desa, tidak hanya dari fungsi olahraga, tetapi juga nilai sosial, ekonomi, dan budaya,” pungkasnya.

Dengan digelarnya Liga Desa Grup C di Pati, desa-desa di Jawa Tengah kembali menegaskan perannya sebagai fondasi kuat pembangunan prestasi, persaudaraan, dan kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

(Red.)