Portal Muria – 20 April 2026 | Jerez, Spanyol – Musim MotoGP 2026 memasuki fase kritis menjelang Grand Prix Spanyol yang dijadwalkan pada 24-26 April. Selama tiga seri pertama, tim Ducati yang sempat menguasai puncak klasemen kini mulai tergerus oleh kebangkitan agresif Aprilia Racing. Sementara itu, Marc Marquez yang kembali menunggangi Ducati belum mampu mengulang kejayaan debutnya, menimbulkan pertanyaan tentang kondisi fisik dan adaptasi motor baru.
Dalam tiga balapan utama yang telah berlalu, Marquez mengumpulkan 45 poin dan berada di posisi kelima klasemen sementara. Semua poin tersebut berasal dari sesi sprint, termasuk satu kemenangan sprint di Brasil, namun ia belum sekali pun menembus podium pada balapan utama. Hal ini kontras dengan performa luar biasa pada musim debutnya bersama Ducati, ketika ia merebut gelar juara dunia.
General Manager Ducati, Gigi Dall’Igna, menegaskan bahwa kondisi fisik Marquez tidak menjadi penyebab utama penurunan performa. “Marc dalam keadaan baik, memang sebelumnya mengalami cedera serius dan masih dalam tahap pemulihan, namun saya yakin dia akan kembali 100 persen di Jerez,” ujar Dall’Igna. Manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, menambahkan bahwa paket motor Desmosedici belum mampu menandingi evolusi cepat RS‑GP milik Aprilia.
Aprilia, yang dipimpin oleh CEO Massimo Rivola, menunjukkan dominasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Marco Bezzecchi, pembalap muda yang dibimbing oleh Valentino Rossi, berhasil meraih hattrick kemenangan di MotoGP Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat. Bezzecchi kini memimpin klasemen sementara dengan selisih tipis empat poin dari rekan setimnya, Jorge Martin. Namun, Rivola mengungkapkan kelemahan pada sesi sprint Bezzecchi, yang mengalami dua kecelakaan dari tiga balapan sprint, menandakan potensi perbaikan penting menjelang akhir musim.
Statistik singkat tiga seri awal MotoGP 2026:
- Ducati: 0 kemenangan utama, 0 podium utama, 2 podium sprint, total 45 poin (Marquez), 48 poin (Bagnaia).
- Aprilia: 3 kemenangan utama (Bezzecchi), 3 podium utama, 1 podium sprint, total 78 poin (Bezzecchi).
- Yamaha: 0 kemenangan, 2 podium utama, 3 podium sprint, total 62 poin (Martin).
Persaingan internal di Aprilia juga menambah drama. Jorge Martin, yang diprediksi akan pindah ke Yamaha pada 2027, masih bersaing ketat dengan Bezzecchi. Rivola menegaskan bahwa tim akan memfokuskan dukungan pada Bezzecchi untuk mengamankan gelar juara dunia pertama bagi pabrikan Italia.
Di sisi lain, tim Ducati berusaha memulihkan kepercayaan publik. Fabio Di Giannantonio, yang kini menempati posisi keempat klasemen, menjadi satu-satunya pembalap Ducati yang berhasil masuk podium utama, menandakan adanya ketidakseimbangan performa di antara pembalap tim. Bagnaia dan Marquez masih berjuang menyesuaikan diri dengan karakter motor baru yang terasa berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.
Jerez menjadi arena penentu nasib bagi kedua tim. Sirkuit Jerez dikenal dengan trek yang teknis dan berliku, menuntut ketajaman handling motor serta stamina pembalap. Dall’Igna optimis Marquez akan menunjukkan kebugaran penuh, sementara Tardozzi berharap Ducati dapat mengejar kembali ke jalur kemenangan dengan perbaikan pada Desmosedici. Aprilia, di sisi lain, menargetkan kemenangan total, baik di balapan utama maupun sprint, untuk memperkuat posisi klasemen.
Jika Ducati berhasil mengembalikan performa di Jerez, peluang mereka untuk kembali memimpin kejuaraan masih terbuka lebar. Namun, jika Aprilia terus memperlihatkan evolusi motor yang lebih cepat, mereka dapat menancapkan piala juara di puncak podium musim ini.
Secara keseluruhan, Grand Prix Jerez 2026 bukan sekadar balapan biasa, melainkan pertaruhan besar bagi Ducati yang ingin menghentikan kemerosotan dan bagi Marc Marquez yang berambisi kembali ke puncak. Sementara itu, Aprilia bertekad memanfaatkan momentum positif untuk menegaskan dominasi mereka di MotoGP 2026.
Dengan persaingan yang semakin ketat, para penggemar dapat menantikan aksi mendebarkan di Jerez, di mana setiap putaran dapat menentukan nasib juara dunia tahun ini.








