PATI, PortalMuria.com – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah, Badan Urusan Logistik (Bulog) tancap gas menyalurkan Bantuan Pangan di Kabupaten Pati. Launching perdana digelar di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Rabu (18/3/2026), dengan ratusan warga tampak antusias mengantre.
Sebanyak 788 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di lokasi tersebut langsung menerima jatah dua bulan sekaligus. Masing-masing warga mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng kemasan MinyaKita.
Pemimpin Cabang Bulog Pati, Meitha Nova Riany, mengungkapkan bahwa program kali ini mengalami lonjakan signifikan dibanding sebelumnya.
“Total ada 183.385 PBP di Kabupaten Pati. Hari ini di Kayen kita salurkan ke 788 penerima,” jelasnya di hadapan awak media.
Ia menyebut, jumlah penerima tahun ini meningkat hingga 1,5 kali lipat, sebagai bentuk respons pemerintah terhadap tekanan ekonomi masyarakat.
Tak sekadar bantuan sosial, program ini juga menjadi strategi menjaga stabilitas harga pangan di pasaran yang mulai bergejolak menjelang Lebaran.
Menurut Meitha, penyaluran dilakukan merata di seluruh wilayah eks-Karesidenan Pati yang masuk dalam cakupan kerja Bulog KC Pati.
“Bantuan ini diharapkan meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga harga tetap stabil. Kami pastikan penyaluran tepat sasaran,” tegasnya.
Meski ditargetkan rampung pada 31 Maret 2026, Bulog mengakui adanya potensi keterlambatan akibat libur panjang Lebaran.
“Target awal akhir Maret, tapi kemungkinan mundur sampai pertengahan April karena terpotong libur,” tambah Meitha.

Di tengah kekhawatiran lonjakan harga, Bulog memastikan ketersediaan beras di Kabupaten Pati dalam kondisi aman.
Cadangan beras yang dimiliki saat ini mencapai lebih dari 54.000 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.
“Stok beras aman sampai enam bulan, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Tak hanya beras, pasokan minyak goreng MinyaKita juga diklaim aman. Bulog KC Pati memiliki stok sekitar 500.000 liter per bulan untuk kebutuhan komersial.
Selain itu, sebanyak 2 juta liter dialokasikan khusus untuk program Bantuan Pangan.
Distribusi rutin ke pasar-pasar juga terus dilakukan guna menjaga harga tetap terkendali.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Sudi Rustanto, memberikan apresiasi atas langkah cepat Bulog.
Menurutnya, intervensi ini penting untuk menahan lonjakan harga agar tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Ini langkah konkret menekan harga. Kami harap program beras SPHP juga segera digencarkan jika ada lonjakan,” pungkasnya.
(Red.)














