Pertarungan Harga Diri di Purworejo, PSIR Rembang Pertaruhkan Segalanya di Semifinal

Berita, Olahraga, Rembang895 Dilihat

REMBANG, PortalMuria.com – Asa dan harga diri Kota Garam kini bertumpu pada langkah PSIR Rembang. Laskar Dampo Awang tengah mematangkan persiapan jelang laga krusial Babak Empat Besar menghadapi Persak Kebumen pada semifinal kompetisi musim ini. Duel sarat gengsi tersebut dijadwalkan berlangsung Senin, 9 Februari 2026, di Stadion Sarwo Edhi Wibowo, Purworejo.

Laga ini bukan sekadar perebutan tiket final. Bagi PSIR, pertandingan di tanah Purworejo menjadi panggung pembuktian, bahwa perjuangan panjang sejak fase awal kompetisi layak ditebus dengan satu langkah menuju puncak.

Langkah PSIR ke semifinal dipastikan usai menyingkirkan Persebi Boyolali pada Babak Delapan Besar. Hasil tersebut memenuhi target awal manajemen, namun sama sekali bukan titik akhir.

Manajemen menyadari, menghadapi Persak Kebumen tantangannya akan berlipat ganda. Tim lawan dikenal solid, disiplin, dan memiliki pengalaman laga besar. Karena itu, pembenahan strategi dan komposisi pemain menjadi fokus utama demi menjaga peluang lolos ke partai final.

Manajer PSIR Rembang, Rasno, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tim yang berhasil menembus empat besar. Namun ia menegaskan, euforia harus segera diakhiri dan diganti dengan konsentrasi penuh.

“Alhamdulillah PSIR akhirnya lolos ke Babak Empat Besar seperti harapan kita semua. Untuk menghadapi Persak Kebumen di babak semifinal ini tentu kami melakukan persiapan yang lebih matang, karena pertandingan akan jauh lebih berat dibanding babak sebelumnya,” ujar Rasno, Sabtu (7/2/2026).

Menurutnya, laga semifinal adalah ujian mental sekaligus taktik. Kesalahan kecil bisa berujung fatal.
Rotasi Pemain dan Kembalinya Striker Andalan
Dari sisi teknis, Rasno mengungkapkan PSIR akan melakukan rotasi pemain. Sejumlah nama yang sebelumnya minim menit bermain disiapkan untuk memberi energi baru di lapangan.

Kabar baik datang dari lini depan. Striker andalan PSIR yang sempat absen akibat sanksi kartu merah dipastikan kembali merumput. Kehadirannya diharapkan mampu menambah daya gedor dan membuka ruang bagi rekan-rekannya.

“Semua pemain kami siapkan. Tidak ada yang merasa aman. Siapa yang paling siap, dia yang bermain,” tegas Rasno.

Di balik laga semifinal ini, tersimpan misi jangka panjang untuk kemajuan sepak bola Rembang. Rasno kembali mengingatkan komitmen Bupati Rembang, H. Harno, S.E., yang menjanjikan renovasi Stadion Krida apabila PSIR berhasil naik kasta musim ini.

Janji tersebut menjadi pelecut semangat tersendiri bagi pemain dan suporter. Kesuksesan PSIR tak hanya soal prestasi, tetapi juga masa depan infrastruktur olahraga daerah.

Rasno juga menyinggung kepemimpinan wasit pada laga sebelumnya yang dinilai kontroversial dan merugikan PSIR. Meski demikian, ia menegaskan tim memilih bersikap profesional.

“Kami jadikan itu evaluasi. Pemain harus lebih kuat secara mental dan tidak mudah terpancing. Fokus kami sekarang hanya satu: semifinal,” pungkasnya.

Dukungan publik Rembang dipastikan mengalir deras, meski laga digelar di luar kandang. Semifinal ini menjadi pertarungan harga diri yang tertuang di antara ambisi, kerja keras, dan mimpi besar yang tinggal selangkah lagi.

(Andk/R07.)