Kecelakaan Pantura Rembang: Truk Gandeng Salip Paksa, Trike Pembawa Pertamax Tertabrak

Berita, Rembang877 Dilihat

REMBANGPortalMuria.com — Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur Pantura Desa Dresi Kulon, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Sabtu (6/12/2025) sekitar pukul 06.40 WIB. Sebuah truk gandeng menabrak sepeda motor roda tiga pembawa galon berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, sehingga menyebabkan satu orang luka dan tumpahan BBM membasahi badan jalan.

Truk gandeng tersebut dikemudikan Teguh Wiyono (47), warga Dusun Bakalan Lor, Desa Bakalan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sementara pengendara sepeda motor roda tiga diketahui bernama Muhammad Nurkholis (27), warga Desa Kedalon, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.

Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ryan Mitha Pangesty melalui Kanit Gakkum Satlantas, Ipda Rahmat Hersa Widiatmoko, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) mengindikasikan kecelakaan terjadi saat truk gandeng menyalip kendaraan lain di depannya.

“Truk gandeng melaju dari arah barat ke timur. Sesampainya di lokasi, sopir menyalip kendaraan di depannya. Namun kondisi tidak aman, jarak sudah sangat dekat, sehingga menabrak sepeda motor roda tiga yang datang dari arah berlawanan,” ungkap Hersa.

Benturan keras tak terhindarkan dan membuat sepeda motor roda tiga terdorong ke sisi jalan bersama muatan galon berisi Pertamax.

Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor roda tiga mengalami luka-luka di bagian kaki, tangan, dan wajah.

“Kondisi korban selamat saat dievakuasi dari TKP. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan serta opname,” tambah Hersa.

Kecelakaan ini juga menimbulkan dampak lanjutan. Banyak galon berisi Pertamax yang dibawa korban pecah dan tumpah ke jalan, sehingga membuat permukaan jalur pantura menjadi licin dan berpotensi membahayakan pengendara lain.

Petugas Damkar Pemkab Rembang dikerahkan untuk melakukan penyemprotan guna membersihkan tumpahan BBM. Upaya itu dilakukan agar tidak memicu kecelakaan tambahan atau bahaya kebakaran.

Proses evakuasi kendaraan serta pembersihan jalan membuat arus lalu lintas di lokasi sempat tersendat. Petugas kepolisian mengatur sistem buka-tutup untuk mengurai kepadatan.

Polisi saat ini masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan keterangan tambahan dari saksi di lapangan.

(Red.)