PATI, PortalMuria.com — Warga Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, digegerkan dengan temuan seorang remaja laki – laki yang meninggal dunia di sebuah rumah kosong pada Jumat malam (5/12/2025). Korban diketahui berinisial AAS (17), seorang pelajar yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.
Peristiwa itu pertama kali terungkap sekitar pukul 19.00 WIB. Teman-teman korban yang sejak sore mencarinya menemukan sepeda motor milik korban terparkir di rumah kosong milik Aber Suyitno di Dukuh Godo 7/2. Namun mereka memilih menunggu ibu korban sebelum memasuki bangunan tersebut.
Begitu pintu dibuka dan pengecekan dilakukan, korban ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa dengan tali yang masih melingkar di leher di sebuah ruangan yang selama ini digunakan sebagai kandang ayam.
Temuan itu langsung membuat para saksi bergegas keluar untuk meminta pertolongan warga sekitar. Korban kemudian dibawa ke rumah duka sebelum petugas kepolisian tiba.
Kepala Desa Godo, Wondo, membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan duka mendalam atas peristiwa ini.
“Kami turut prihatin dan berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses pemakaman menunggu kedatangan ayah korban yang sedang bekerja di Sumatra.

Tim kesehatan dari Puskesmas Winong II yang dipimpin dr. Basuki Kusyunianto melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Dari hasil visum luar, ditemukan sejumlah tanda fisik, di antaranya:
- Bekas jeratan tali pada bagian leher
- Pupil mata melebar
- Bibir bawah tersangkut pada behel
- Luka lecet memanjang di kaki kanan
- Tidak ditemukan tanda kekerasan lain selain di area jeratan
Petugas juga mengonfirmasi bahwa saat polisi tiba, korban sudah berada di rumah duka. Menurut keterangan saksi, korban ditemukan dalam posisi tergeletak setelah tali gantung diduga terputus.
Anggota Piket Polsek Winong bersama Bhabinkamtibmas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencatat keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan tenaga medis.
Sementara itu, keluarga korban menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menuntut pihak mana pun. Pernyataan tersebut telah dituangkan dalam surat bermaterai dan ditandatangani oleh keluarga serta disaksikan kepala desa.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan foto maupun informasi yang dapat melukai perasaan keluarga.
(Red.)








