Tragedi Sungai Lusi Blora: Tiga Santriwati Ditemukan, Total Korban Tewas Mencapai Lima Orang

Berita, Blora857 Dilihat

BLORA – PortalMuria.com | Operasi pencarian santriwati Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al Maa’uun Blora yang hilang akibat terseret arus Sungai Lusi akhirnya berakhir dengan kabar duka. Tiga korban yang masih hilang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat (12/12/2025) siang.

Kepala Pelaksana BPBD Blora, Mulyawati, menyampaikan bahwa jasad ketiga korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan setelah dua hari pencarian tanpa henti.
“Terima kasih dan apresiasi luar biasa untuk seluruh tim gabungan selama dua hari ini,” ujarnya di lokasi pencarian, Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora.

Korban pertama yang ditemukan pada hari kedua adalah santriwati  Chika Permata Meylani (16), warga Todanan. Jasadnya ditemukan sekitar pukul 13.15 WIB pada jarak sekitar 3,2 kilometer dari titik awal kejadian.

Korban kedua, Sulistiyana Rofiatun (12) asal Tunjungan, ditemukan pukul 14.20 WIB di radius 1,8 kilometer dari lokasi awal terseret arus.

Tidak lama berselang, korban ketiga, Asyifa Fitria Ramadhani (13) asal Tunjungan, ditemukan sekitar pukul 14.35 WIB di wilayah Kelurahan Mlangsen, berjarak 1,3 kilometer dari lokasi kejadian.

Seluruh korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Sebelumnya, pada Kamis (11/12/2025), dua santriwati lain telah ditemukan meninggal dunia:

  • Nur Cahyati (15), warga Kawengan, Jepon, ditemukan pukul 13.00 WIB pada jarak sekitar 200 meter dari lokasi awal.
  • Nuriita Aprila Sari (16), asal Kunduran, ditemukan pukul 14.00 WIB pada jarak sekitar 600 meter.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto memastikan total korban tewas menjadi lima orang, setelah seluruh santriwati yang hilang ditemukan.

“Dengan ditemukannya tiga korban ini, total santriwati yang meninggal dunia ada lima orang karena sebelumnya ditemukan dua korban meninggal,” ujar Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto.

Di tengah tragedi, tiga santriwati dilaporkan selamat, yakni:

  • Fatma Azya Azzahira (17) — Kedungjenar
  • Aqiella Ghasany (15) — Randublatung
  • Raisha Afiqa Maulida (14) — Randublatung

” Ketiganya selamat setelah tersangkut pada batang pohon dan berhasil dievakuasi warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, sebelum tim SAR tiba.” Ujarnya.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 06.30 WIB. Delapan santriwati MBS Al Maa’uun sedang beraktivitas di tepi Sungai Lusi untuk mencari kerang. Namun kondisi arus sungai yang deras tak terduga menyeret mereka hingga hanyut beberapa kilometer.

Aparat kepolisian masih mendalami aktivitas para korban serta prosedur pengawasan saat kegiatan berlangsung.

Dengan ditemukannya seluruh korban pada Jumat siang, operasi SAR resmi ditutup. BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan warga setempat dinilai bekerja maksimal dalam proses penyisiran selama dua hari.

Selanjutnya, kepolisian akan melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab utama tragedi serta merumuskan langkah pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terjadi di Sungai Lusi maupun lokasi rawan lainnya di Blora.

(Red.)