Portal Muria – 16 April 2026 | PATI — Bank Jateng kantor cabang koordinator (KCK) Pati terus memperkuat agenda digitalisasi layanan publik dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) E-Parkir pada 10 Februari 2026. Acara yang melibatkan petugas Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta juru parkir setempat ini menjadi bukti nyata komitmen bank dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses retribusi daerah.
Kegiatan tersebut difokuskan pada pemberian pemahaman teknis mengenai penggunaan sistem parkir berbasis elektronik, mulai dari mekanisme transaksi non‑tunai, integrasi data real‑time, hingga prosedur pelaporan yang dapat diakses secara digital. Para peserta diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan perangkat lunak E-Parkir, menguji simulasi pembayaran, dan mempelajari cara mengelola basis data kendaraan yang masuk.
Manfaat utama yang diharapkan dari implementasi E-Parkir meliputi:
- Peningkatan kecepatan layanan, karena transaksi dapat diselesaikan tanpa uang tunai.
- Pengurangan peluang kebocoran dana melalui pencatatan otomatis.
- Pengelolaan data parkir yang terpusat, memudahkan analisis pola penggunaan lahan parkir.
- Pengawasan yang lebih ketat oleh pihak berwenang melalui sistem pelaporan digital.
Selama sesi bimbingan, instruktur dari Bank Jateng menjelaskan langkah‑langkah operasional sistem, termasuk cara melakukan reset perangkat, mengatasi gangguan jaringan, serta prosedur backup data. Diskusi interaktif memungkinkan peserta menanyakan permasalahan yang mereka temui di lapangan, sehingga solusi dapat disesuaikan dengan kondisi daerah masing‑masing.
Sinergi antara perbankan, pemerintah daerah, dan tenaga lapangan dianggap kunci keberhasilan implementasi. Pramudjianto menambahkan bahwa dukungan aktif dari Dishub dan BPKAD akan mempercepat adopsi sistem, terutama dalam hal regulasi, alokasi anggaran, serta pelatihan lanjutan bagi petugas parkir.
Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat mengoperasikan E-Parkir secara optimal, sehingga layanan parkir di Pati menjadi lebih cepat, aman, dan efisien. Keberhasilan pilot project di Pati juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi kabupaten atau kota lain di Jawa Tengah untuk mengikuti jejak digitalisasi serupa.
Ke depan, Bank Jateng berencana memperluas program pelatihan ini ke wilayah lain, sekaligus mengevaluasi hasil implementasi melalui indikator kinerja seperti penurunan antrian pembayaran, peningkatan kepuasan pengguna, dan pengurangan selisih kas. Upaya ini sejalan dengan visi nasional untuk memperkuat ekosistem layanan publik berbasis teknologi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan daya saing daerah dalam menarik investasi dan pariwisata.
Secara keseluruhan, Bimtek E-Parkir yang digelar oleh KCK Pati tidak hanya menandai langkah penting dalam modernisasi layanan parkir, melainkan juga menegaskan peran strategis perbankan sebagai fasilitator transformasi digital di tingkat daerah.





