Konvoi Pesilat Berujung Ricuh di Grobogan, Motor Warga Dibakar di Desa Menduran

Berita, GROBOGAN286 Dilihat

GROBOGAN, PortalMuria.com – Konvoi rombongan pesilat usai mengikuti kegiatan pengesahan anggota baru berujung ricuh di Desa Menduran, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Minggu (12/7/2026) dini hari.

Dalam insiden tersebut, satu unit sepeda motor milik warga dibakar, sementara aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku.
Kapolsek Brati, Iptu Arif Setiawan, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.00 WIB.

Rombongan pesilat diketahui baru kembali dari kegiatan pengesahan anggota baru yang berlangsung di Desa Putatsari, Kabupaten Grobogan.

“Bermula dari pengesahan perguruan Pagar Nusa, ada anggota baru. Pengesahan di wilayah Grobogan, Desa Putatsari. Selesai pengesahan itu rombongan pulang,” ujar Arif saat dikonfirmasi, Minggu (12/7/2026).

Menurut Arif, saat melintas di gapura masuk Desa Menduran, Dusun Ngramut, rombongan tersebut menghampiri sejumlah warga yang sedang berkumpul dan memasang umbul-umbul untuk persiapan pengajian.

Diduga tanpa pemicu yang jelas, rombongan kemudian bertindak anarkis dengan mengintimidasi warga, mengajak berkelahi, hingga melakukan penganiayaan.

“Mereka bleyer-bleyer motor, nantang-nantang mengajak berkelahi. Karena jumlah mereka banyak, warga yang ada di lokasi hanya sedikit. Saat itu warga sedang memasang umbul-umbul untuk pengajian, lalu didatangi rombongan tersebut,” jelas Arif.

Selain mengamuk, pelaku juga membakar satu unit sepeda motor Honda Revo milik warga Desa Menduran.

Kapolsek menyebut hingga kini belum diketahui secara pasti motif aksi tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, rombongan diduga spontan menghampiri warga yang sedang nongkrong sebelum akhirnya terjadi kericuhan.

“Sementara belum ada pemicu yang jelas. Dari kronologi awal, mereka konvoi lalu melihat warga nongkrong dan langsung menghampiri,” katanya.

Korban telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Hingga saat ini belum ada laporan korban luka, namun kerugian material akibat pembakaran sepeda motor telah tercatat.

“Sementara tidak ada korban luka yang melapor. Yang ada baru kerugian materiil berupa sepeda motor yang dibakar,” tambah Arif.

Polsek Brati saat ini masih memeriksa saksi-saksi dan memburu para pelaku. Penanganan kasus tersebut selanjutnya akan dilimpahkan ke Polres Grobogan.

Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari Budiarto, membenarkan pihaknya telah menangani kasus tersebut dan saat ini masih melakukan penyelidikan.

“Iya, masih dalam penyelidikan,” ujar Rizky melalui pesan WhatsApp.

Rizky menjelaskan, sebelum membakar sepeda motor korban, rombongan terlebih dahulu merobohkan sejumlah sepeda motor yang terparkir di depan sebuah warung dekat lokasi kejadian.

Melihat jumlah rombongan yang banyak, warga yang berada di warung memilih menyelamatkan diri.

“Kelompok itu merobohkan semua sepeda motor yang ada di depan warung. Warga yang berada di warung mundur dan berlarian karena melihat jumlah mereka banyak,” ungkapnya.

Warga Desa Menduran sempat memberikan perlawanan sehingga rombongan berlarian menuju jalan raya. Namun, sepeda motor korban yang tertinggal di belakang gardu menjadi sasaran pembakaran.

“Kelompok itu kemudian dilawan oleh pemuda kampung Desa Menduran. Saat mereka berlarian menuju jalan raya, sepeda motor korban yang tertinggal di belakang gardu dibakar. Korban saat itu lari ke sawah untuk menyelamatkan diri,” jelas Rizky.

Hingga berita ini diterbitkan, polisi masih mengumpulkan keterangan para saksi serta melakukan identifikasi terhadap pelaku yang diduga terlibat dalam aksi perusakan dan pembakaran tersebut.

(Red.)