Liam Rosenior Dukung Penuh Pemilik Chelsea di Tengah Kemerosotan Alarm

Olahraga129 Dilihat

Portal Muria – 21 April 2026 | Liam Rosenior, pelatih kepala Chelsea, kembali menegaskan dukungan penuh dari pemilik klub meski timnya berada dalam fase paling sulit musim 2025/2026. Sejak mengambil alih tugas melatih pada awal Januari, Rosenior sempat menorehkan hasil positif pada pertandingan-pertandingan awal di Stamford Bridge. Namun, dalam enam pertandingan terakhir Liga Premier, The Blues hanya mampu meraih satu kemenangan dan mengalami empat kekalahan beruntun tanpa mencetak satu gol.

Penurunan performa ini membuat Chelsea terpuruk hingga tujuh poin dari zona tempat Champions League dan berada di ambang zona Europa Conference League. Kekalahan 1-0 melawan Manchester United di Old Trafford menjadi pemicu kemarahan suporter, yang kemudian menggelar protes jalanan menuntut perubahan kepemilikan. Di tengah sorotan itu, Rosenior menegaskan bahwa kepemilikan, yang diwakili oleh Behdad Eghbali, tetap 100% mendukungnya.

“Mereka telah mendukung saya dalam percakapan harian, dan kami selaras dalam tujuan untuk memenangkan pertandingan sekarang,” ujar Rosenior dalam sebuah konferensi pers singkat setelah pertandingan melawan United. “Kami tahu bahwa hasil adalah bisnis, tetapi saya yakin kita dapat mencapai kesuksesan jangka panjang bersama.”

Behdad Eghbali, salah satu co-owner Chelsea, memang telah secara publik mengungkapkan keyakinannya terhadap kemampuan Rosenior. “Dia memiliki semua atribut yang diperlukan untuk sukses di sini. Kami berada di belakangnya, meskipun lima atau enam pertandingan terakhir tidak memuaskan,” kata Eghbali dalam pernyataan resmi klub.

Situasi menjadi semakin rumit karena tekanan tidak hanya datang dari suporter, melainkan juga dari pemain senior. Enzo Fernández, yang sempat menjadi kapten sementara Reece James absen, mengkritik keputusan klub untuk memecat mantan manajer Enzo Maresca. Fernández menyoroti kegagalan tim di Liga Champions, dimana Chelsea kalah 8-2 secara agregat melawan Paris Saint-Germain, serta catatan menakutkan tidak mencetak gol dalam empat laga liga beruntun – rekor yang belum terjadi selama lebih dari 28 tahun.

Rosenior menanggapi kritik tersebut dengan menekankan pentingnya konsistensi dan mentalitas juara. “Kami harus realistis mengenai peluang kami di Champions League, namun kami tidak boleh menyerah. Kami harus terus berjuang, meningkatkan intensitas, dan menjadi lebih klinis di kedua kotak,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tim akan mengadopsi strategi yang lebih agresif pada pertandingan mendatang melawan Brighton & Hove Albion, yang dijadwalkan pada Selasa sore, sebagai upaya menghentikan kemerosotan dan mengamankan setidaknya satu poin penting.

Jika Chelsea berhasil mengalahkan Brighton, mereka dapat menahan posisi di peringkat kesepuluh, sementara kegagalan dapat mengantarkan mereka turun ke posisi sebelas, menempatkan mereka di zona yang jauh dari kualifikasi Eropa. Persaingan ketat juga melibatkan klub-klub lain seperti Brentford, Bournemouth, Everton, dan Sunderland, yang semua menatap peluang untuk melampaui Chelsea dalam tabel.

Selain pertandingan liga, Chelsea juga memiliki jadwal penting di Piala FA, dimana mereka akan bertemu Leeds United di Wembley dalam semifinal. Keterlibatan dalam dua kompetisi sekaligus menambah beban pada skuad, terutama mengingat beberapa pemain inti sedang mengalami cedera. Salah satunya adalah Joao Pedro, yang baru saja kembali dari cedera otot, namun belum kembali ke kebugaran optimal.

Rosenior menyadari tantangan tersebut dan menekankan perlunya rotasi pemain yang cerdas. “Kita harus menyeimbangkan kebutuhan kompetisi dengan kebugaran pemain. Setiap keputusan harus diambil dengan pertimbangan jangka panjang,” katanya. Ia menambahkan bahwa dukungan pemilik memberi kebebasan baginya untuk merancang taktik tanpa tekanan eksternal yang berlebihan.

Dengan jadwal yang padat dan tekanan yang terus meningkat, masa depan Rosenior di Chelsea masih menjadi pertanyaan. Namun, dengan dukungan penuh dari pemilik dan keyakinan bahwa tim dapat kembali ke jalur kemenangan, Rosenior tampak optimis. “Kami akan melangkah ke Brighton dengan energi yang sama seperti yang saya lihat melawan Manchester United, tetapi dengan ketajaman yang lebih baik di depan gawang,” tutupnya.

Apabila Chelsea mampu mematahkan rekor tidak mencetak gol dalam empat laga berturut-turut dan meraih kemenangan di Brighton, peluang untuk kembali ke zona Eropa akan terbuka kembali. Namun, kegagalan dapat memperkuat suara-suara yang menuntut perubahan kepemimpinan. Hanya waktu yang akan menentukan apakah dukungan pemilik cukup kuat untuk menstabilkan situasi dan mengembalikan kejayaan Chelsea.