Braga Lakukan Comeback Spektakuler, Mengalahkan Real Betís 4-2 di La Cartuja dan Melaju ke Semifinal

Olahraga20 Dilihat

Portal Muria – 17 April 2026 | Di laga penentuan perempat final UEFA Europa League edisi 2025/2026, Sporting Braga berhasil menorehkan kemenangan dramatis melawan Real Betís dengan skor akhir 4-2 pada leg kedua yang digelar di Estadio La Cartuja, Sevilla. Pertandingan yang berlangsung pada 17 April 2026 itu menutup agregat 5-3 untuk kemenangan Braga, sekaligus menyingkirkan harapan Betís melaju ke semifinal.

Setelah leg pertama berakhir imbang 1-1 di Braga, kedua tim memasuki pertandingan dengan peluang yang hampir setara. Real Betís, yang bermain di kandang sendiri, diharapkan memanfaatkan dukungan 66.694 penonton serta pengalaman lebih luas di kompetisi Eropa. Namun, performa mereka dalam lima laga terakhir tidak konsisten, hanya meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan.

Babak pertama dimulai dengan tekanan tinggi dari kedua sisi. Pada menit ke-13, Antony membuka skor untuk Betís, diikuti dua menit kemudian oleh A. Ezzalzouli yang menambah keunggulan menjadi 2-0. Braga tampak terdesak, namun tak lama setelah jeda istirahat, mereka bangkit. Pau Víctor menyamakan kedudukan pada menit ke-38, dan Vítor Carvalho menambah satu gol lagi pada menit ke-49, mengubah situasi menjadi 2-2.

Gol penentu datang pada menit ke-53 melalui tendangan penalti dari Ricardo Horta, memberi keunggulan pertama bagi Braga 3-2. Pada menit ke-74, Jean‑Baptiste Gorby menambah gol keempat, mengukuhkan kemenangan 4-2. Real Betís gagal menambah angka lagi meski menciptakan beberapa peluang, termasuk tendangan ke gawang yang berhasil ditangkis kiper Pau López.

Berikut rangkuman gol dan pencetak assist:

  • Antony (Real Betís) – 13′
  • A. Ezzalzouli (Real Betís) – 26′
  • Pau Víctor (Braga) – 38′
  • Vítor Carvalho (Braga) – 49′
  • Ricardo Horta (penalty) (Braga) – 53′
  • Jean‑Baptiste Gorby (Braga) – 74′

Statistik pertandingan menampilkan penguasaan bola yang relatif seimbang, namun Braga unggul dalam tembakan tepat sasaran. Kedua tim menampilkan formasi 4‑3‑3; Manuel Pellegrini menurunkan susunan pemain dengan Antony, Hernández, dan Ezzalzouli di lini depan, sementara Carlos Vicens menempatkan Pau Victor, Vitor Carvalho, dan Gorby sebagai ujung tombak Braga.

Setelah pertandingan, pelatih Real Betís, Manuel Pellegrini, mengakui bahwa timnya kurang konsistensi defensif di fase kedua dan perlu memperbaiki transisi. Di sisi lain, Carlos Vicens memuji semangat juang timnya, menekankan bahwa mentalitas comeback menjadi kunci utama keberhasilan di turnamen Eropa.

Kemenangan Braga ini tidak hanya mengamankan tiket ke semifinal, tetapi juga menegaskan kemampuan mereka untuk bangkit dari ketertinggalan. Real Betís kini harus mengalihkan fokus ke kompetisi domestik, sementara Braga bersiap menghadapi lawan semifinal yang akan ditentukan pada putaran berikutnya.

Kesimpulannya, laga antara Real Betís dan Braga menjadi contoh nyata betapa pentingnya ketahanan mental dan strategi taktis dalam kompetisi tingkat tinggi. Braga menunjukkan bahwa meski tertinggal dua gol pada babak pertama, sebuah tim yang terorganisir dan berani mengambil risiko dapat membalikkan keadaan dalam waktu singkat.