Anak SD Tewas Ditabrak Kijang di Jepara, Diduga Sopir Mengantuk

Berita, Jepara330 Dilihat

JEPARAPortalMuria.com  – Peristiwa memilukan mengguncang warga Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Senin (30/03/2026) siang. Seorang bocah laki-laki bernama Atafarish Khalif Alfandi, siswa kelas 1 SD, meregang nyawa setelah ditabrak mobil saat bermain di depan rumahnya.

Menurut keterangan saksi mata, insiden terjadi begitu cepat. Sebuah mobil jenis Kijang “Kotak” yang melintas tiba-tiba oleng dan keluar dari badan jalan, sebelum akhirnya menghantam korban yang tengah bermain di area halaman rumah.

Benturan keras tak terhindarkan. Korban bahkan sempat terlindas dan terseret beberapa meter dari titik awal kejadian.

Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut langsung bergerak cepat melakukan evakuasi. Korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Namun, upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Luka berat yang diderita membuat nyawa Atafarish tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah tiba di rumah sakit.

Suasana duka langsung menyelimuti rumah korban di RT 02 RW 03 Desa Ngabul. Tangis keluarga dan warga pecah menyambut kabar kepergian bocah yang dikenal ceria tersebut.

Pihak kepolisian dari Sat Lantas Polres Jepara saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kecelakaan maut tersebut.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Jepara, Iptu Riyanto, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Ngasem–Klampisan, wilayah Desa Nganjuk, Kecamatan Tahunan.

Menurutnya, mobil Kijang bernomor polisi K 1264 WU melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan sedang. Namun, diduga pengemudi dalam kondisi mengantuk sehingga kehilangan kendali.

Petugas Sat Lantas Polres Jepara melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan yang menewaskan seorang bocah di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Senin (30/03/2026). Sejumlah warga tampak menyaksikan proses penyelidikan di area depan rumah korban, yang berada tepat di tepi jalan raya tempat insiden tragis itu terjadi.

“Pengemudi diduga mengantuk, kemudian kendaraan oleng ke kanan hingga keluar badan jalan,” jelasnya.

Mobil tersebut kemudian menabrak korban yang sedang bermain di halaman rumah, sebelum akhirnya berhenti setelah menghantam tembok pagar rumah warga.

Kepergian Atafarish meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga lingkungan sekolahnya di SD Negeri 2 Ngasem.
Pihak sekolah menyampaikan belasungkawa resmi atas wafatnya salah satu siswa terbaik mereka.

“Kami keluarga besar SD Negeri 2 Ngasem turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda Atafarish Khalif Alfandi. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga diberi ketabahan,” tulis pernyataan sekolah.

Tragedi ini kembali menjadi alarm keras bagi para pengguna jalan, khususnya di kawasan pemukiman padat penduduk.

Jalan desa yang kerap digunakan anak-anak untuk bermain seharusnya dilalui dengan kecepatan rendah dan kewaspadaan tinggi. Faktor kelelahan atau mengantuk saat berkendara juga menjadi ancaman serius yang kerap diabaikan.

Kasus ini masih dalam penanganan Sat Lantas Polres Jepara untuk memastikan penyebab pasti serta pertanggungjawaban hukum pengemudi.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam, dan juga sekaligus peringatan bahwa satu kelalaian di jalan bisa merenggut masa depan seorang anak dalam sekejap.

(Red.)