Menu MBG di Grobogan Positif E. coli, 8 Siswa SD Tawangharjo Diduga Keracunan

Berita, GROBOGAN682 Dilihat

GROBOGAN, PortalMuria.com – Misteri dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa delapan siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, akhirnya mulai terkuak. Hasil uji laboratorium memastikan sejumlah menu MBG positif mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan, Djatmiko, membenarkan temuan tersebut. Ia menegaskan hasil uji laboratorium telah keluar dan menunjukkan adanya kontaminasi bakteri berbahaya pada makanan yang dikonsumsi para siswa.
“E. coli positif,” ujar Djatmiko singkat saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).

Menu MBG yang disajikan saat kejadian terbilang lengkap, mulai dari nasi, daging bulgogi, buah naga, acar, muffin, tahu bakso, hingga susu. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan tidak semua menu aman dikonsumsi.

Djatmiko menyebutkan setidaknya tiga item makanan terbukti positif mengandung bakteri E. coli.
“Nasi, acar wortel, buah naga, ini yang positif,” jelasnya.

Sementara itu, air yang digunakan oleh dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinyatakan tidak mengandung E. coli, meski ditemukan bakteri lain dalam jumlah kecil.

“Kalau air, E. coli negatif. Untuk total coliform ada, tapi sedikit,” ungkap Djatmiko.

Kasus dugaan keracunan MBG ini terjadi pada Jumat (30/1). Awalnya dilaporkan lima siswa mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG. Jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi delapan siswa.

“Injih (betul ada kejadian dugaan keracunan MBG). Informasi awal lima (orang), tambah tiga (orang),” terang Djatmiko.

Seluruh korban merupakan siswa SD dengan keluhan serupa, yakni nyeri perut, mual, dan pusing. Tiga siswa harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
“Pasien keracunan MBG 3 orang, keluhan sama. Sekarang sudah membaik. Ketiganya dirawat inap di RSUD Soedjati,” jelasnya.
“Yang 5 dirawat jalan,” imbuh Djatmiko.

Berdasarkan data yang dihimpun, delapan siswa yang diduga keracunan MBG berasal dari dua sekolah dasar dan mengonsumsi menu dari satu SPPG yang sama.
Rincian korban dugaan keracunan MBG:

  • SD Negeri 2 Pulongrambe: 5 siswa
  • SD Negeri 3 Mayahan: 3 siswa
  • Total: 8 siswa

Hingga kini, pihak terkait masih melakukan investigasi lanjutan untuk menelusuri penyebab pasti kontaminasi E. coli pada menu MBG tersebut. Evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan disebut menjadi fokus utama.

Kasus ini sekaligus menjadi sorotan serius terhadap pengawasan program MBG, khususnya menyangkut standar higienitas dan keamanan pangan demi melindungi kesehatan anak-anak.

(Red.)