GROBOGAN, PortalMuria.com – Pemerintah Kabupaten Grobogan kembali mengencangkan ikat pinggang dalam urusan lingkungan. Gerakan peduli sampah kini ditegaskan harus dimulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai teladan, bukan berhenti pada slogan atau seremoni semata.
Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, saat memimpin apel pagi ASN di lingkungan Setda, Bapperida, BPPKAD, dan Satpol PP, Senin (9/2/2026), di halaman Setda Grobogan.
Dalam arahannya, Sekda menekankan bahwa perubahan perilaku pengelolaan sampah hanya bisa berjalan jika dilakukan secara konsisten dan menjadi kebiasaan sehari-hari.
Menurut Anang, praktik pengelolaan sampah sebenarnya bukan hal asing. Konsep reuse dan recycle telah lama dikenal, bahkan dipraktikkan sejak dulu.
“Hari ini kita sedang menggalakkan kembali gerakan peduli sampah. Sejak dulu praktik reuse dan recycle itu sudah ada. Yang perlu dibangkitkan adalah niat, kesadaran, usaha maksimal, dan kontinuitas,” tegasnya.
Ia mengingatkan, tanpa konsistensi, gerakan apa pun hanya akan berumur pendek dan kehilangan makna di tengah jalan.
ASN Punya Posisi Strategis sebagai Teladan Masyarakat
Sekda menilai ASN memiliki posisi strategis dalam membentuk budaya baru di masyarakat. Kebiasaan kecil yang dilakukan di lingkungan kerja, jika dijalankan bersama dan berkelanjutan, akan memberi dampak besar.
Karena itu, gerakan peduli sampah diminta tidak berhenti sebagai imbauan, tetapi menjadi bagian dari aktivitas keseharian ASN.

Dalam kesempatan itu, Sekda mendorong langkah-langkah konkret yang bisa langsung diterapkan, di antaranya:
- Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
- Membawa kantong belanja dan botol minum sendiri
- Memilah sampah sejak dari sumbernya
- Membiasakan rapat tanpa air minum kemasan plastik
- Mengolah sampah organik melalui biopori atau sumur resapan
- Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai jauh lebih berdampak dibanding kampanye tanpa praktik nyata.
- Kampanye Harus Berkelanjutan, Termasuk Lewat Media Sosial
Agar gerakan ini tumbuh menjadi budaya bersama, Anang meminta seluruh perangkat daerah tidak hanya menerapkannya secara internal, tetapi juga aktif mengampanyekan ke masyarakat.
Media sosial disebut sebagai salah satu sarana efektif untuk menyebarkan keteladanan dan pesan perubahan perilaku secara konsisten.
Pesan Sekda tersebut sejalan dengan komitmen nasional penanganan sampah, termasuk implementasi Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah).
Di tingkat daerah, komitmen ini diperkuat melalui Deklarasi Gerakan Aksi Peduli Sampah Grobogan yang melibatkan pemerintah, komunitas, dan masyarakat.
Melalui deklarasi ini, seluruh pihak berkomitmen:
- Mengurangi dan memilah sampah dari sumber
- Menerapkan prinsip reduce, reuse, recycle
- Mengubah paradigma sampah dari beban menjadi bernilai ekonomi
- Memperkuat kolaborasi pengelolaan sampah berkelanjutan
Selain isu lingkungan, Sekda juga menyelipkan pesan penting terkait pengembangan kapasitas aparatur. ASN, khususnya yang masih berada di usia produktif, didorong terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan formal maupun nonformal.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan dan dinamika pemerintahan ke depan.
Melalui penguatan peran ASN sebagai teladan, Pemkab Grobogan berharap gerakan peduli sampah benar-benar berjalan nyata dan berkelanjutan. Tidak hanya di lingkungan pemerintahan, tetapi juga meluas ke tengah masyarakat.
Upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama menjaga kebersihan, kesehatan, dan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Grobogan.
(Red.)








