Pelajar 15 Tahun Tewas Terseret Arus di Bendung Selis Jekulo

Berita, Kudus977 Dilihat

KUDUS, PortalMuria.com – Tragedi kembali terjadi di aliran Sungai Selis, kawasan Bendung Selis, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Seorang pelajar berusia 15 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang bersama teman-temannya, Senin (19/1/2026) sore.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.15 WIB, saat debit air sungai tengah meningkat dan arus mengalir lebih deras dari biasanya.

Kapolsek Jekulo, AKP Danail Arifin, menjelaskan korban berinisial IP, warga Desa Tanjungrejo, awalnya berenang bersama tiga orang temannya di Sungai Selis.
Namun suasana berubah mencekam ketika korban tiba-tiba berteriak meminta pertolongan.

“Korban bersama tiga rekannya berenang di sungai. Tidak lama kemudian, teman-temannya mendengar korban berteriak minta tolong karena terseret arus hingga ke bawah bendungan,” terang AKP Danail.

Melihat korban terseret arus, ketiga temannya langsung menyelamatkan diri ke daratan dan meminta bantuan warga sekitar.

Tim Penanggulangan Bencana Daerah (PPBD) bersama warga sekitar segera melakukan pencarian. Kondisi pencarian cukup sulit lantaran debit air Sungai Selis saat itu meningkat signifikan.

“Debit air sedang naik, dengan perkiraan kedalaman sekitar lima meter. Korban diduga terpeleset sebelum akhirnya terseret arus deras,” jelas AKP Danail.

Setelah hampir satu setengah jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 16.45 WIB di bawah bendungan. Sayangnya, saat ditemukan, nyawa korban sudah tidak tertolong.

Saksi mata sekaligus pemilik warung di sekitar Bendung Selis, Upik (40), mengungkapkan bahwa lokasi tersebut memang sering dijadikan tempat bermain dan berenang oleh anak-anak sekitar.

“Biasanya mandi bertiga di sini. Anak-anak itu bisa berenang semua. Hampir setiap hari mereka main air di sini,” ungkap Upik.

Namun menurutnya, kondisi sungai saat kejadian berbeda dari biasanya.

“Air lagi besar, arusnya deras. Dari tiga anak itu, dua bisa keluar, satu korban tiba-tiba tenggelam,” katanya.

Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar sungai.

“Terutama saat debit air meningkat. Sungai bisa sangat berbahaya meskipun anak-anak merasa sudah terbiasa berenang,” tegas AKP Danail.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus tenggelam di sungai yang terjadi akibat kelengahan dan perubahan kondisi alam yang tidak disadari.

(Red.)