Gotong Royong Bangun Tanggul di Pantai Sekembu Jepara, Warga Desak Pemerintah Perhatikan “Jalan Air” Nelayan

Berita, Jepara976 Dilihat

JEPARAPortalMuria.com — Semangat gotong royong kembali menjadi denyut utama kehidupan pesisir di Pantai Sekembu, Bandengan, Jepara, Jumat (28/11/2025). Sejak pukul 08.00 WIB, puluhan warga turun tangan melakukan kerja bakti besar-besaran: membangun tanggul dan mengeruk muara Sungai Sekembu yang selama berbulan-bulan mengalami pendangkalan parah.

Muara yang seharusnya menjadi jalur vital keluar-masuk perahu justru berubah menjadi sumbatan. Perahu nelayan kandas, aktivitas melaut tersendat, dan ekonomi pesisir ikut terseret arus lambat. Hari ini, warga memutuskan tak lagi menunggu alat berat, melainkan bekerja manual,yaitu dengan cara menggali, menancapkan bambu trucuk, dan memperkuat sisi muara dengan seadanya.

Kegiatan ini sekaligus menjalankan instruksi Bupati yang mendorong kerja bakti rutin setiap Jumat. Namun bagi warga Sekembu, aksi hari ini lebih dari sekadar rutinitas,tapi ini juga adalah bentuk perlawanan terhadap kondisi yang mengancam hidup mereka.

Koordinator kegiatan, Zainuri (45), menegaskan bahwa kebutuhan nelayan tak boleh dipandang sebelah mata.

“Kami berharap Bupati melalui dinas terkait dapat membantu keresahan nelayan Sekembu Bandengan Jepara. Tidak hanya jalan darat yang perlu dibuat mulus, tetapi jalan air juga berhak mendapatkan perhatian,” ujarnya.

Zainuri juga menekankan perlunya bantuan alat untuk menanam trucuk bambu. Pekerjaan manual bukan hanya memakan waktu, tetapi juga memiliki risiko keselamatan bagi warga yang bekerja di air dan lumpur.

Kerja bakti kali ini mendapat suntikan logistik dari BPBD setelah TNI Kompi Angkatan Laut memfasilitasi permohonan warga. Sebanyak 1.000 sak diterima dan langsung digunakan untuk memperkuat konstruksi tanggul darurat.

Warga menilai kolaborasi ini menjadi energi tambahan di tengah minimnya alat teknis dari pemerintah daerah.

Melalui kerja sama masyarakat, TNI, BPBD, dan pemerintah daerah, warga Sekembu berharap pengerukan hari ini bukan sekadar aksi simbolis.

Mereka ingin muara Sungai Sekembu kembali berfungsi sebagaimana mestinya—bisa dilewati perahu tanpa hambatan, tanpa kekhawatiran kandas, tanpa menunggu air pasang untuk sekadar keluar mencari nafkah.

Gotong royong memang menggerakkan banyak hal, tetapi warga Sekembu berharap solusi jangka panjang segera menyusul. Karena bagi nelayan, “jalan air” bukan sekadar akses, tapi itu juga adalah nyawa ekonomi mereka.

(Red.)