Kudus Tunggu Keputusan Bupati Soal Perayaan Hari Jadi ke-476 di Tengah Gejolak Demo

Kudus535 Dilihat

KUDUS , PortalMuria.com – Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-476 yang semula dirancang meriah pada September 2025 kini berada di persimpangan jalan. Gelombang demo yang marak di berbagai daerah membuat Pemkab Kudus harus berhitung ulang: apakah tetap jalan, dibatasi, atau bahkan ditunda.

Bupati Kudus, Samani Intakoris, menegaskan pihaknya tak gegabah mengambil keputusan. Evaluasi menyeluruh bakal dilakukan agar euforia ulang tahun Kudus tak berubah jadi kerumunan yang justru menimbulkan masalah baru.

“Hari jadi nanti kita evaluasi, semoga bisa mengakomodir banyak pihak ada tahlilan, sholawatan, dan sebagainya. Kalau ada kegiatan yang berpotensi memicu kerumunan, tentu akan kami koordinasikan dulu dengan pihak terkait,” ujar Samani, Selasa (2/9/2025).

Nada hati-hati itu juga diamini Sekda Kudus Revlisianto Subekti yang didapuk sebagai Ketua Panitia. Ia menyebut seluruh laporan sudah disiapkan dan kini bola keputusan ada di tangan Bupati.

“Kita menunggu arahan Pak Bupati. Situasi sekarang memang berpengaruh terhadap penyelenggaraan acara. Mudah-mudahan Rabu ini sudah ada keputusan resmi,” ungkap Revli.

Agenda Meriah, Keputusan Masih Samar

Sederet acara sejatinya sudah disusun: mulai istighosah, santunan anak yatim, festival budaya, apel hari jadi, konser band nasional, hingga kejuaraan catur gajah. Bahkan agenda sport tourism seperti Gunung Bike diproyeksikan jadi magnet wisata.

Namun, semua rencana itu masih menggantung. Warga Kudus yang menantikan pesta tahunan diimbau bersabar menunggu kabar resmi dari Pemkab.

Bukan Pertama Kalinya

Sebelumnya, Pemkab Kudus juga menunda agenda Car Free Night pada Sabtu (6/9/2025) dengan alasan serupa: kondisi politik dan keamanan nasional yang belum stabil.

Kini, semua mata tertuju ke Bupati Samani. Apakah Kudus tetap menyalakan semarak ulang tahunnya, atau menundanya demi situasi yang lebih kondusif?

Satu hal pasti, masyarakat Kudus berharap tradisi tahunan ini tidak sekadar perayaan, tapi juga jadi perekat kebersamaan di tengah gejolak.(Red.)