Bupati Kudus Perintahkan Pemeriksaan Video Viral Diduga Asusila di RSUD Loekmono Hadi

Berita, Kudus931 Dilihat

KUDUS – PortalMuria.com | Bupati Kudus Sam’ani Intakoris akhirnya angkat bicara merespons beredarnya video viral yang diduga bermuatan asusila dan dikaitkan dengan lingkungan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Video tersebut belakangan memantik kegaduhan publik dan perbincangan luas di media sosial.

Ditemui pada Senin (5/1/2026), Sam’ani menegaskan pihaknya tidak tinggal diam. Ia secara langsung memerintahkan Inspektorat Kabupaten Kudus bersama Direktur RSUD dr Loekmono Hadi untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, objektif, dan sesuai aturan yang berlaku.

Sam’ani menegaskan, langkah pemeriksaan dilakukan bukan atas dasar asumsi, melainkan mengikuti mekanisme resmi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Dengan adanya video itu, kami perintahkan kepada Inspektur dan Direktur RSUD untuk melakukan pemeriksaan. Setelah nanti dilakukan pemeriksaan, sesuai dengan aturan BLUD, akan kami lihat apa saja yang perlu diperiksa dan dibutuhkan,” ujar Sam’ani.

Ia memastikan proses audit internal tidak dilakukan setengah-setengah, melainkan mendalam dan terukur.

Dalam pernyataannya, Sam’ani menekankan pentingnya asas keadilan dalam proses pemeriksaan. Menurutnya, setiap pihak yang diperiksa memiliki hak jawab dan tidak boleh langsung dihakimi oleh opini publik.

“Nanti dalam pemeriksaan tentu akan kami lihat semuanya. Bisa saja ada hak jawab, bisa jadi bukan yang bersangkutan, atau ternyata orang lain. Kita tunggu hasil pemeriksaan dari tim,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kudus, lanjut Sam’ani, berkomitmen mengawal proses ini secara langsung agar berjalan transparan, profesional, dan sesuai koridor hukum.

Sebelumnya, jagat media sosial di Kabupaten Kudus dihebohkan oleh beredarnya video berdurasi sekitar 50 detik yang diunggah akun @ketutdewi_99. Video tersebut diduga menampilkan adegan tidak pantas yang dikaitkan dengan oknum pegawai RSUD dr Loekmono Hadi.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria dan perempuan berada di sebuah ruangan tertutup, diduga sedang berpelukan dan berciuman. Pada tampilan layar CCTV, tampak tulisan “RMH TNGGA” yang memicu spekulasi warganet bahwa lokasi kejadian berada di lingkungan rumah sakit milik Pemkab Kudus tersebut.

Unggahan video itu disertai narasi bernada kecaman keras. Pengunggah menuliskan seruan “STOP PERILAKU AMORAL DI LINGKUNGAN PELAYANAN PUBLIK”, serta menilai dugaan tindakan tersebut mencederai nilai moral, etika, dan kemanusiaan.

Tak hanya itu, narasi unggahan juga menyinggung identitas Kudus sebagai Kota Santri, yang dikenal menjunjung tinggi nilai akhlak, adab, dan norma sosial. Pengunggah mendesak adanya penyelidikan dan penegakan hukum secara tegas serta transparan.

Berdasarkan pantauan, video tersebut telah ditonton sekitar 9 ribu kali dan dibagikan puluhan kali. Namun, kolom komentar pada unggahan itu diketahui telah dinonaktifkan oleh pemilik akun.

Hingga kini, kebenaran isi video, identitas pemeran, serta keterkaitannya dengan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus masih belum dapat dipastikan. Publik diminta menahan diri dan menunggu hasil resmi pemeriksaan dari tim yang ditunjuk Pemerintah Kabupaten Kudus.

(Red.)