DEMAK – PortalMuria.com | Jalur nasional Pantura kembali “dibedah”. Satlantas Polres Demak resmi mengumumkan dimulainya kembali proyek perbaikan Jalan Pantura di wilayah Trengguli, Kabupaten Demak, tepatnya dari KM 30+750 hingga KM 34+800, yang akan berlangsung selama lebih dari dua bulan.
Pekerjaan perbaikan tersebut dijadwalkan mulai Senin, 5 Januari hingga 15 Maret 2026, dan dipastikan berdampak pada arus lalu lintas, khususnya kendaraan pribadi dan angkutan barang yang melintas dari dan menuju Semarang.
Pantura Trengguli dikenal sebagai salah satu urat nadi ekonomi Jawa Tengah. Kerusakan jalan yang kerap terjadi akibat beban kendaraan berat membuat perbaikan menjadi keniscayaan.
Satlantas Polres Demak menegaskan bahwa pekerjaan kali ini merupakan lanjutan perbaikan struktur jalan, sehingga membutuhkan pengaturan lalu lintas khusus agar tetap aman dan terkendali.
Untuk mengurai potensi kemacetan, polisi menyiapkan jalur alternatif khusus kendaraan pribadi (R4) sebagai berikut:
- Alternatif 1: Pertigaan Pasar Gajah
Arah Semarang:
Gajah – Dempet – Wonosalam - Alternatif 2: Pertigaan Kuncir Trengguli
Arah Semarang:
Kuncir – Mojo – Pertigaan Ndemung
Pengendara diimbau mengikuti rambu dan petunjuk petugas di lapangan agar tidak terjadi penumpukan arus di titik-titik rawan.
Selain pengalihan arus, Satlantas Polres Demak juga menyiapkan rekayasa lalu lintas kontraflow pada jam-jam tertentu jika diperlukan, yaitu:
- Pagi: 08.00 – 10.00 WIB
- Siang: 12.00 – 14.00 WIB
- Sore: 16.00 – 18.00 WIB
- Malam: 20.00 – 22.00 WIB
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, terutama pada jam sibuk dan akhir pekan.
Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha melalui Kasat Lantas Polres Demak, AKP Thoriq Aziz, S.T.K., S.I.K., S.H., M.H., mengingatkan seluruh pengguna jalan agar mengutamakan keselamatan, mematuhi rambu, serta tidak memaksakan kecepatan di area proyek.
“Kami minta masyarakat bersabar. Perbaikan ini demi kenyamanan dan keselamatan bersama. Ikuti jalur alternatif dan arahan petugas,” tegasnya.
Perbaikan Pantura Trengguli menjadi ujian kesabaran sekaligus cermin kedewasaan berlalu lintas. Jalan boleh dikeruk, arus boleh tersendat, tetapi keselamatan tidak boleh ditawar.
(Red.)








