Profil Risma Ardhi Chandra: “Calon Bupati Darurat” di Tengah Guncangan Politik Pati

Pati1431 Dilihat

PATI, PortalMuria.com – Saat kursi Bupati Pati yang diduduki Sudewo mulai goyah akibat gelombang demonstrasi, satu nama kian mencuat ke permukaan: Risma Ardhi Chandra. Wakil Bupati Pati periode 2025–2029 ini disebut-sebut sebagai figur yang secara konstitusi jika Sudewo mundur atau diberhentikan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, seorang wakil bupati berhak menggantikan bupati hingga akhir masa jabatan bila terjadi kekosongan jabatan. Dan di tengah tensi politik yang memanas, publik mulai melirik Risma sebagai “calon bupati darurat” yang mungkin saja naik tahta lebih cepat dari jadwal.

Dari Dunia Teknologi ke Bursa Saham

Lahir di Semarang, 11 Mei 1976, Risma menghabiskan masa sekolah di Pati sebelum melanjutkan studi Teknik Elektro di Universitas Katolik Soegijapranata. Karier awalnya dimulai sebagai pegawai IT di PLN Pati (2001–2005) sebelum banting setir ke dunia wirausaha.

Ia mendirikan PT Indo Pratama Network, perusahaan teknologi informasi yang berkembang lintas kota, lalu masuk ke bisnis perikanan lewat PT Dua Putra Utama Makmur Tbk,perusahaan pengolahan hasil laut yang kini melantai di bursa saham. Rekam jejak ini membuatnya punya reputasi sebagai pebisnis ulet dengan kapasitas manajerial mumpuni.

Masuk Politik Lewat PKB

Langkah politik Risma baru dimulai pada Agustus 2024, ketika ia resmi bergabung ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Tak lama kemudian, ia berpasangan dengan Sudewo dalam Pilkada Pati 2024, dan menang dengan perolehan suara lebih dari 53 persen. Ia dilantik sebagai Wakil Bupati Pati di Istana Merdeka pada 20 Februari 2025.

Namun, hanya enam bulan berselang, duet Sudewo–Risma menghadapi badai politik terbesar. Kebijakan kontroversial menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) memicu amarah publik, memunculkan demonstrasi ribuan warga, dan menyeret nama Sudewo dalam pusaran desakan mundur.

Potensi “Naik Tahta” di Tengah Krisis

Jika desakan mundur kepada Sudewo berhasil, Risma akan otomatis naik menjadi bupati. Tantangannya jelas: meredam gejolak politik, mengamankan hubungan dengan DPRD, meninjau ulang kebijakan yang memicu krisis, dan mengembalikan kepercayaan publik.

Risma dikenal tegas, tenang, dan berorientasi pada solusi. Kombinasi gaya komunikasi lugas dan jaringan bisnis luas dinilai dapat menjadi modal untuk menavigasi Pati keluar dari turbulensi politik.

Pertaruhan Pati ke Depan

Jika benar menjadi bupati di masa krisis, Risma akan menghadapi ujian berat: bukan sekadar menjalankan program pembangunan, tetapi juga memulihkan legitimasi pemerintahan yang tergerus oleh kebijakan kontroversial pendahulunya. Di mata publik, ia bukan hanya pewaris jabatan, melainkan sosok yang harus membuktikan bahwa transisi kekuasaan bisa menjadi awal dari perbaikan, bukan sekadar pergantian wajah di kursi panas Pendopo Kabupaten.

Di tengah hiruk-pikuk demonstrasi dan isu pengunduran diri Sudewo, publik Pati kini menunggu,apakah Risma Ardhi Chandra akan tetap menjadi nomor dua, atau justru melangkah ke posisi tertinggi lebih cepat dari yang di bayangkan.(Red.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *