Jakarta , PortalMuria.com – Krisis politik Pati memasuki babak baru. Di tengah gelombang demonstrasi dan manuver DPRD Pati yang mulai menggodok hak angket pemakzulan, suara berbeda datang dari Senayan. Ketua Komisi II DPR RI, HM Rifqinizamy Karsayuda, justru meminta agar Bupati Pati Sudewo yang baru memimpin kurang dari setahun tidak segera dilengserkan.
“Menurut pandangan saya, kasus Pati ini tidak harus berakhir dengan DPRD mengeluarkan hak menyatakan pendapat pemakzulan terhadap bupati,” ujar Rifqi di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Ia menegaskan, mekanisme kontrol parlemen daerah seharusnya cukup untuk mengoreksi kebijakan yang dinilai keliru. “Waktu satu tahun kurang terhadap jabatan Mas Sudewo mestinya masih diberi kesempatan untuk memperbaiki hal-hal yang dianggap kurang baik,” imbuhnya.
Namun, di balik narasi “memberi kesempatan”, pernyataan Rifqi ini memunculkan sejumlah tafsir politik. Sumber internal di DPR menyebut, Sudewo bukan tokoh yang berdiri sendiri,ia memiliki jaringan politik di tingkat pusat yang masih solid, bahkan disebut punya irisan dukungan dari sebagian elite partai di Senayan. Pembelaan Rifqi bisa dibaca sebagai sinyal bahwa konflik di Pati tidak murni soal kebijakan, tetapi juga tarik-menarik kekuatan antar faksi politik.
Fakta bahwa Sudewo tengah diterpa dua isu panas sekaligus,kenaikan PBB yang memicu protes besar-besaran dan dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi proyek kereta api membuat pembelaan dari pusat terasa janggal di mata publik Pati. Bagi sebagian warga, suara dari Senayan ini dianggap sebagai “pagar politik” untuk mengulur waktu, bukan solusi atas keresahan masyarakat.
Sementara itu, di Pati sendiri, tensi kian memanas. DPRD mulai menghitung dukungan fraksi untuk hak angket, sementara di jalanan, ribuan massa terus mendesak agar Sudewo mundur tanpa menunggu genap setahun masa jabatannya.
Pertarungan ini kini bukan hanya soal mempertahankan kursi bupati, tetapi juga mengukur seberapa kuat benang koneksi politik Sudewo di tingkat nasional. Jika benar ada dukungan dari elite Senayan, maka medan tempur pemakzulan akan menjadi lebih rumit, bahkan bisa memecah kekuatan politik di DPRD Pati sendiri.(Red.)








