Portal Muria – 18 April 2026 | Bek timnas Indonesia, Sandy Walsh, kembali menjadi sorotan media setelah mengungkapkan bahwa ia secara rutin memantau penampilan Persib Bandung di Ajang AFC Champions League 2 (ACL 2). Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Kompas.com pada program Sporty on Obrolan News Room (ONR) pada 17 April 2026, Walsh menilai atmosfer suporter di Bandung sebagai salah satu faktor utama yang dapat mendorong klub-klub Indonesia bersaing lebih serius di kancah sepak bola Asia.
“Saya menyaksikan ACL 2 dan melihat bagaimana Persib tampil,” ujar Walsh. “Mereka menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari segi taktik maupun mentalitas. Atmosfer yang penuh tekanan dari para Bobotoh membuat lawan harus bermain dengan ekstra hati-hati, dan itulah yang saya lihat sebagai keunggulan kompetitif.”
Persib memang menempati puncak Grup G Region Timur ACL 2, namun nasib mereka berakhir di babak 16 besar setelah kalah agregat 1-3 atas klub Thailand, Ratchaburi. Kegagalan ini menjadi pelajaran berharga, dan menurut Walsh, dukungan suporter yang tak kenal lelah dapat menjadi katalisator bagi tim-tim Indonesia untuk menembus fase knockout di kompetisi tertinggi, AFC Champions League Elite.
Selain menyoroti Persib, Walsh menekankan pentingnya meningkatkan volume kompetisi bagi klub-klub Indonesia. Ia mengambil contoh Buriram United, klub Thailand tempatnya berlabuh dan meraih gelar Liga Thailand 2025-2026, serta mencapai semifinal di dua piala domestik dan Shopee Cup (ASEAN Club Championship). “Buriram bermain di lima kompetisi sekaligus dalam satu musim. Itu memberi mereka pengalaman berharga dan kebugaran yang tinggi, sehingga mampu bersaing di ACL Elite dua musim berturut‑turut,” kata Walsh.
Berikut beberapa poin strategis yang diutarakan Sandy Walsh untuk meningkatkan performa klub Indonesia di tingkat Asia:
- Memperbanyak kompetisi lintas negara: Mengikuti turnamen regional seperti Shopee Cup atau turnamen persahabatan dengan klub ASEAN dapat menambah jumlah pertandingan dan menyiapkan tim menghadapi ritme padat ACL.
- Menjaga intensitas latihan: Klub harus meniru standar profesionalitas Buriram United, dimana latihan diarahkan pada detail taktik, kebugaran, dan rotasi pemain untuk menghindari kelelahan.
- Memanfaatkan atmosfer lokal: Suporter yang fanatik seperti Bobotoh dapat menjadi “home advantage” yang mengintimidasi lawan asing, asalkan klub mengelola tekanan agar tidak menjadi beban psikologis bagi pemain.
- Pengembangan pemain muda: Mengintegrasikan talenta lokal ke dalam skuad utama dan memberi mereka eksposur di kompetisi internasional akan meningkatkan kedalaman tim.
Walsh juga menyinggung pengaruh John Herdman, pelatih timnas Indonesia yang baru saja menyelesaikan tugas pada FIFA Series 2026. Menurutnya, pendekatan Herdman yang menekankan komunikasi terbuka dengan pemain, terutama yang berkarier di luar negeri, dapat memperkuat kohesi tim nasional. “Saya sudah bekerja dengan tiga pelatih berbeda di timnas, dan setiap perubahan membawa peningkatan yang signifikan,” ungkap Walsh.
Pencapaian pribadi Sandy Walsh turut menambah kredibilitas pendapatnya. Ia menjadi pemain Indonesia pertama yang menjuarai Liga Thailand bersama Buriram United dan menjadi satu-satunya yang berhasil menembus perempat final ACL Elite selama dua musim berurutan, pertama bersama Yokohama F. Marinos pada musim 2024-2025, lalu bersama Buriram United pada 2025-2026. Pengalaman kompetitif di tingkat tertinggi inilah yang membuatnya mampu menilai kebutuhan klub Indonesia secara objektif.
Persib sendiri, meski terhenti di perempat final ACL 2, menunjukkan potensi besar dengan mengandalkan serangan cepat dan disiplin taktik. Jika klub dapat memanfaatkan dukungan massa di Stadion Gelora Bandung Lautan Api secara lebih terstruktur, peluang untuk melaju lebih jauh pada edisi ACL berikutnya menjadi realistis.
Secara keseluruhan, pendapat Sandy Walsh menegaskan bahwa kombinasi antara atmosfer suporter yang kuat, peningkatan jumlah kompetisi regional, serta standar profesionalitas klub yang meniru contoh Buriram United dapat menjadi resep utama bagi tim-tim Indonesia untuk tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga bersaing hingga ke fase knockout ACL Elite.
Dengan dukungan penuh dari Bobotoh, manajemen klub, dan federasi, harapan besar bahwa Persib Bandung maupun klub lain akan kembali menembus babak lebih jauh di kompetisi Asia, sekaligus mengangkat nama sepak bola Indonesia ke panggung internasional.







