Portal Muria – 18 April 2026 | Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi meluncurkan jalur Seleksi Siswa Unggul (SSU) untuk tahun masuk 2026, menggantikan proses seleksi mandiri sebelumnya. Dua skema utama yang dibuka, yakni SSU Nilai Rapor dan SSU Talenta, dirancang untuk menjaring siswa kelas 12 yang memiliki prestasi akademik tinggi atau peraih medali pada Olimpiade Sains Nasional (OSN). Pendaftaran SSU Nilai Rapor dibuka sejak 1 April hingga 3 Mei 2026, sementara SSU Talenta berlaku dari 7 April hingga 3 Mei 2026. Kedua jalur memberikan kesempatan bagi siswa dari seluruh pelosok Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kampus bergengsi ini.
Persyaratan umum bagi semua jalur SSU meliputi: terbuka bagi lulusan SMA/SMK/MA/Paket C tahun 2024, 2025, maupun 2026; belum dinyatakan lulus pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun yang bersangkutan; serta tidak sedang atau pernah terdaftar sebagai mahasiswa program sarjana ITB. Selain itu, calon pendaftar harus lolos tes kesehatan mata, khususnya tidak memiliki buta warna total atau parsial, yang menjadi syarat bagi program studi di Sekolah Farmasi (SF).
Untuk jalur SSU Nilai Rapor, pelamar wajib menunjukkan bukti kepesertaan SNBP 2026 dengan kartu peserta atau nomor peserta resmi. Hal ini menegaskan bahwa calon mahasiswa telah mengikuti proses seleksi nasional, namun belum berhasil masuk melalui jalur tersebut. Sedangkan jalur SSU Talenta menargetkan siswa yang memiliki prestasi di tingkat nasional, khususnya medali OSN, sebagai bukti kemampuan akademik dan kompetitif mereka. Kedua jalur ini tidak memerlukan tes tertulis tambahan, sehingga menekankan nilai rapor atau prestasi sebagai penentu utama.
Langkah pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui portal resmi ITB. Calon mahasiswa harus melengkapi data pribadi, unggah dokumen pendukung seperti rapor akhir, sertifikat OSN, dan kartu peserta SNBP bila relevan. Sistem otomatis akan memverifikasi kelengkapan dokumen, dan selanjutnya tim seleksi ITB akan menilai kelayakan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Batas akhir pendaftaran pada 3 Mei 2026 menandai penutupan fase administrasi, setelah itu proses verifikasi dan penetapan kandidat yang lolos akan berlangsung secara intensif.
Tren peningkatan minat terhadap kompetensi berkelanjutan juga terlihat dalam konteks pendidikan tinggi, terutama setelah laporan terbaru tentang permintaan “green skill” yang meningkat secara signifikan. Meskipun tidak secara langsung terkait dengan SSU ITB, fenomena ini mencerminkan pergeseran fokus pendidikan tinggi Indonesia menuju kurikulum yang mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial. Sebagai contoh, Nanyang University Singapore (NUS) Business School kini menawarkan lebih dari 50 mata kuliah yang menggabungkan keuangan, manajemen, dan keberlanjutan, menyiapkan lulusan yang siap memimpin transformasi hijau. Hal ini dapat menjadi inspirasi bagi ITB untuk menambah program atau mata kuliah yang menekankan green skill di masa depan.
Secara keseluruhan, peluncuran jalur SSU 2026 menandai langkah strategis ITB dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi siswa berprestasi, sekaligus menyesuaikan diri dengan dinamika kebutuhan industri yang semakin menuntut kompetensi multidisiplin. Dengan persyaratan yang jelas dan proses pendaftaran yang terstruktur, diharapkan lebih banyak talenta muda dari berbagai daerah dapat bergabung dan berkontribusi pada inovasi ilmiah serta pembangunan berkelanjutan Indonesia.







