FKOJ Tegaskan Komitmen: Siap Berdiri di Garda Terdepan Jaga Jepara Aman

Jepara985 Dilihat

Jepara , PortalMuria.com – Suasana Mapolres Jepara pada Selasa (2/9/2025) terasa berbeda. Puluhan tokoh ormas dan LSM yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ormas dan LSM Jepara (FKOJ) berkumpul, bukan untuk menyampaikan keluhan, melainkan menegaskan satu sikap: Jepara harus aman, damai, dan kondusif.

Pertemuan itu menjadi panggung penting bagi komitmen bersama setelah Jepara diguncang kerusuhan dan penjarahan pada 30 Agustus lalu. Masyarakat resah, wibawa aparat sempat diuji, dan kini FKOJ tampil mengambil peran.

“Kami Tidak Akan Diam”

Ketua PEKAT – IB Jepara, Priyo Handono, menegaskan bahwa ormas bukan hanya penonton dalam situasi genting.

“Kami siap diperbantukan untuk menghadapi siapa pun yang mencoba mengacaukan Jepara. Jangan kira hanya Polri dan TNI saja yang akan bertindak, FKOJ juga akan berdiri di garda terdepan,” tegas Priyo.

Nada yang sama juga disuarakan para ketua ormas lain seperti PP, GMBI, BSM, JBS, Squad Nusantara, Macan Asia Indonesia, hingga GRIB Jaya. Mereka kompak menyatakan siap bersinergi menjaga stabilitas.

Polres Jepara Sambut Hangat

Kapolres Jepara, AKBP Erick Budi Santoso, menyambut hangat dukungan yang datang dari berbagai elemen masyarakat ini.

“FKOJ adalah mitra strategis kami. Kebersamaan ini penting, apalagi Jepara baru saja menghadapi ujian kerusuhan. Dengan sinergi, masyarakat akan merasa lebih terlindungi,” ujar Erick.

Ia menegaskan bahwa Polres tidak bisa bekerja sendirian, dan keterlibatan ormas serta LSM menjadi energi tambahan dalam meredam potensi konflik.

Pesan Damai di Tengah Luka

Forum silaturahmi yang biasanya berlangsung formal, kali ini justru sarat pesan emosional. Para tokoh ormas menyampaikan apresiasi atas langkah cepat aparat menghadapi demo beberapa waktu lalu.

“Polres Jepara sudah sigap, cepat, humanis, dan sopan dalam bertindak. Itu membuat masyarakat percaya diri kembali,” tambah Priyo Handono.

Harapan Baru untuk Jepara

Kerusuhan 30 Agustus menjadi pelajaran keras. Namun dari luka itu lahir komitmen baru: kekuatan masyarakat sipil dan aparat harus seiring sejalan.

Dengan kesepakatan ini, Jepara mengirim pesan jelas: siapapun yang berniat mengacau, akan berhadapan bukan hanya dengan aparat, tetapi juga kekuatan kolektif masyarakat yang terorganisir.

(Red.)