PT ISF Kembali Beroperasi Usai Penuhi Seluruh Catatan Perbaikan KKP dan DKP Jawa Tengah

Berita, JAWA TENGAH, Muria113 Dilihat

REMBANG — PT Indoseafood (ISF) resmi kembali beroperasi setelah menyelesaikan seluruh proses perbaikan yang disyaratkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah, Jumat, 31/7/2026. Penyegelan dan sanksi penghentian sementara yang sebelumnya diberlakukan sejak pertengahan Maret lalu kini telah resmi dicabut.

Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, yang diwakili oleh Imam Tadarusman, menyampaikan bahwa pencabutan segel dilakukan setelah KKP dan DKP selesai melakukan verifikasi pengawasan di lapangan.

“Mulai hari ini, ketika PT ISF sudah menyelesaikan semua perbaikan yang disarankan oleh pihak KKP, segel yang dipasang kemarin resmi kita cabut. Artinya, hari ini perusahaan sudah bisa kembali beroperasi,” ujar Imam usai peninjauan, Jumat,(31/7/2026) Siang.

Imam menambahkan, jika masyarakat masih melihat adanya pengerjaan di area pabrik, hal tersebut hanyalah pekerjaan penunjang di luar fokus pemeriksaan. Pihak DKP berharap PT ISF ke depannya terus meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku demi keberlanjutan usaha.

“Harapan kami mudah-mudahan PT ISF bisa meningkatkan kepatuhan terhadap aturan-aturan yang ada dan usahanya bisa berkelanjutan. Kami juga memohon agar pihak ISF dapat berkomunikasi dengan baik, baik dengan pemangku wilayah maupun pemangku kepentingan lainnya,” tambah Imam.

Fokus Perbaikan Mesin Tepung Ikan

Sanksi penghentian sementara yang dialami PT ISF berawal dari aduan masyarakat pada Maret lalu, yang kemudian ditindaklanjuti oleh KKP melalui verifikasi lapangan hingga Juli.

General Manager PT ISF, Nanang Alfian, menyampaikan apresiasi atas pembinaan dan arahan dari pihak pemerintah selama proses pembenahan berlangsung.

“KKP hadir sebagai pemerintah untuk memberikan arahan, bimbingan, serta pendampingan yang baik untuk perbaikan PT Indoseafood. Selama penutupan sementara, kami fokus melakukan pembenahan pada mesin produksi tepung ikan (fish meal) yang menjadi objek temuan,” jelas Nanang, Jumat, (31/7/2026) Siang.

Nanang menegaskan bahwa ke depan, PT ISF tidak hanya mengejar profit semata, tetapi juga berkomitmen penuh untuk membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Sebagai entitas bisnis, komitmen kami adalah memberikan dampak positif bagi masyarakat di lingkungan sekitar perusahaan,” pungkasnya.