Kontroversi Lingkungan, Rekrutmen Massal, dan Inisiatif Gizi: Danone di Tengah Sorotan Global

Berita10 Dilihat

Portal Muria – 18 April 2026 | Perusahaan makanan dan minuman multinasional Danone kembali menjadi pusat perhatian dunia melalui tiga peristiwa besar yang terjadi secara bersamaan di tiga benua. Di Inggris, rencana pembangunan pabrik penyulingan air di Harrogate menimbulkan protes tajam karena mengancam hutan komunitas seluas 500 pohon. Di Indonesia, Danone meluncurkan gelombang lowongan kerja baru yang mencakup lebih dari sepuluh posisi strategis, sementara di India perusahaan mengumumkan program skala besar untuk memerangi anemia dan malnutrisi pada anak-anak. Ketiga isu ini menyoroti dinamika antara pertumbuhan bisnis, tanggung jawab sosial, dan tekanan lingkungan yang semakin kuat.

Rencana ekspansi Harrogate Spring Water, anak perusahaan Danone, menargetkan pembangunan fasilitas bottling plant di atas lahan hutan seluas 20 hektar di North Yorkshire. Komite Perencanaan North Yorkshire Council menolak proposal tersebut setelah lebih dari seribu warga menyampaikan keberatan, menyoroti potensi kerusakan ekosistem hutan komunitas yang telah menjadi rumah bagi sekitar 500 pohon. Penolakan tersebut menambah deretan kasus di mana kebijakan hutan Danone mendapat sorotan, mengingat perusahaan sebelumnya juga menghadapi kritik serupa di wilayah lain karena dianggap mengabaikan komitmen pelestarian alam.

Di sisi lain, Di Indonesia, Danone membuka kesempatan kerja yang luas pada bulan April 2026. Posisi yang ditawarkan meliputi HNS Representative untuk wilayah Tegal, Jakarta, Medan, dan Cianjur; Production Supervisor di pabrik Ciracas‑Sentul; serta CS Excellence Analyst untuk bidang TRS & E‑commerce di Bali. Berikut rangkuman kualifikasi utama setiap posisi:

  • HNS Representative: Lulusan S1 bidang Biologi, Kimia, Kedokteran, Farmasi, Teknologi Pangan atau setara; pengalaman minimal satu tahun; SIM C; bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia.
  • Production Supervisor: Sarjana Teknik atau Teknologi Pangan; pengalaman 1‑2 tahun di manufaktur FMCG; pengetahuan HACCP, GMP, Halal; kemampuan kepemimpinan dan bahasa Inggris; siap ditempatkan di pabrik Ciracas dan Sentul.
  • CS Excellence Analyst: S1 Supply Chain atau Teknik; kemampuan analisis kuantitatif dan kualitatif; mahir Excel; pemahaman ERP; bahasa Inggris baik; siap bekerja dalam lingkungan dinamis.

Pelamar diminta mengunggah CV, portofolio, dan dokumen pendukung melalui portal resmi karier Danone Indonesia. Perusahaan menegaskan bahwa seluruh proses seleksi tidak memungut biaya dan hanya dilakukan melalui kanal resmi, mengingat maraknya penipuan rekrutmen.

Sementara itu, di India, Danone berkolaborasi dengan Departemen Kesehatan Keluarga Uttar Pradesh serta Grow Well Foundation untuk meluncurkan proyek “Iron Deficiency Anaemia and Protein Malnutrition Awareness”. Program ini mencakup tiga distrik—Lucknow, Siddharthnagar, dan Shravasti—dengan target melakukan skrining non‑invasif terhadap lebih dari 100.000 anak, melatih lebih dari 2.000 petugas kesehatan, dan menjangkau sekitar 250.000 pelajar melalui kegiatan edukasi di sekolah. Sebagai bagian dari kampanye, dibuatlah anthem publik “India ka Iron Up karenge” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Direktur Utama Danone India, Shashi Ranjan, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung misi “Anemia Mukt Bharat” pemerintah India, menekankan bahwa pencegahan dini dapat meningkatkan hasil kesehatan jangka panjang bagi generasi mendatang.

Kombinasi tiga peristiwa ini menggambarkan tantangan yang dihadapi Danone dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, kepedulian sosial, dan perlindungan lingkungan. Penolakan proyek di Harrogate menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan tidak dapat mengabaikan suara komunitas lokal dan standar keberlanjutan. Sementara itu, program rekrutmen di Indonesia menandakan upaya perusahaan untuk memperkuat kehadiran operasionalnya di pasar Asia Tenggara, dengan menekankan kompetensi teknis dan kepatuhan pada standar mutu pangan. Di India, inisiatif kesehatan publik memperkuat citra Danone sebagai perusahaan yang berorientasi pada dampak sosial, khususnya dalam sektor nutrisi anak. Keberhasilan atau kegagalan masing‑masing inisiatif ini akan sangat memengaruhi persepsi publik dan regulator terhadap Danone di masa mendatang.

Secara keseluruhan, Danone berada pada persimpangan penting dimana keputusan strategis di satu wilayah dapat memicu reaksi di wilayah lain. Perusahaan harus terus menyesuaikan kebijakan internalnya dengan ekspektasi stakeholder yang semakin menuntut transparansi, keberlanjutan, dan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat. Mengingat dinamika tersebut, langkah selanjutnya yang paling krusial bagi Danone adalah mengintegrasikan strategi lingkungan yang lebih ketat, memperkuat program pengembangan sumber daya manusia, serta memperluas inisiatif nutrisi yang berdampak luas.