Gaji Marc Marquez Naik 5 Kali Lipat, Fabio Quartararo Tetap Pemain Termahal di MotoGP 2027

Olahraga38 Dilihat

Portal Muria – 17 April 2026 | Dua puluh enam tahun setelah memulai karier di ajang balap motor paling bergengsi, Marc Marquez kembali menjadi sorotan utama bukan karena hasil balapan, melainkan karena besaran gaji yang akan diterimanya mulai musim 2027. Menurut informasi yang beredar, tim Ducati telah menegosiasikan kontrak baru dengan Marquez menggunakan skema 1+1 tahun, dengan nilai tahunan mendekati 15 juta euro (sekitar Rp 300 miliar). Angka ini menandakan kenaikan lima kali lipat dibandingkan gaji yang dilaporkan pada musim 2025, ketika Marquez masih menerima sekitar 3 juta euro per tahun di luar bonus.

Negosiasi tersebut dikatakan telah mencapai tahap akhir, meski belum ada pengumuman resmi. Salah satu faktor penting dalam proses tersebut adalah “Pacto de la Concordia”, sebuah perjanjian antara tim-tim MotoGP dan Liberty Media yang mengatur aspek komersial, termasuk struktur gaji pembalap. Kesepakatan ini memungkinkan tim untuk menyesuaikan paket remunerasi secara lebih fleksibel, terutama bagi pembalap bintang seperti Marquez yang memiliki nilai komersial tinggi.

Walaupun nilai kontrak Marquez akan melonjak drastis, ia belum menjadi pembalap dengan bayaran tertinggi di kelas premier MotoGP. Data yang diungkap oleh beberapa pengamat mengindikasikan bahwa Fabio Quartararo, juara dunia asal Prancis, tetap memegang posisi sebagai pembalap termahal. Quartararo diperkirakan akan pindah ke Honda pada tahun 2027 dengan paket kontrak yang melampaui 15 juta euro, bahkan ada spekulasi bahwa angka tersebut bisa mendekati 20 juta euro per tahun. Honda berencana menggunakan kedatangan Quartararo sebagai katalisator untuk mengembalikan daya saing tim setelah kepergian Marquez pada 2024.

Selain Quartararo, Honda juga menyiapkan generasi baru dengan mengincar pembalap muda asal Moto2, David Alonso. Meskipun masih rookie, Alonso dikabarkan menuntut paket kontrak yang tidak kecil, menandakan ambisi Honda untuk berinvestasi besar dalam pembangunan kembali tim.

  • Marc Marquez (Ducati) – 2027: sekitar 15 juta euro per tahun.
  • Fabio Quartararo (Honda) – 2027: diperkirakan >15 juta euro, kemungkinan mendekati 20 juta euro.
  • David Alonso (Honda) – 2027: belum pasti, namun diprediksi berada di kisaran kontrak tinggi untuk rookie.

Perbandingan performa mesin juga menjadi latar belakang finansial ini. Honda dilaporkan berhasil meningkatkan kecepatan maksimum motor mereka menjadi 346,47 km/jam, melampaui Yamaha yang berada di 342 km/jam. Peningkatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik sponsor dan pendapatan tim, sehingga mendukung kemampuan mereka untuk menawarkan kontrak besar kepada pembalap kelas dunia.

Di sisi lain, Ducati tampaknya mengandalkan stabilitas Marquez sebagai faktor utama dalam mempertahankan performa tim. Selama masa kepemilikan Marquez, Ducati berhasil meraih beberapa kemenangan penting, termasuk gelar juara dunia pada tahun 2025. Dengan gaji yang meningkat, Ducati berharap Marquez dapat terus menjadi motor utama dalam strategi teknis dan pemasaran tim hingga setidaknya 2028.

Pasar transfer pembalap MotoGP secara keseluruhan masih terbilang stagnan, dengan sedikit pergerakan resmi menjelang musim depan. Namun, spekulasi mengenai kontrak-kontrak megah ini menandakan bahwa tim-tim utama siap mengalokasikan dana signifikan untuk memperkuat susunan pembalap mereka, terutama menjelang periode kontrak 2027-2030.

Secara keseluruhan, kenaikan gaji Marc Marquez menegaskan bahwa nilai komersial pembalap bintang tetap menjadi aset utama bagi tim. Meskipun Quartararo masih berada di puncak daftar gaji, persaingan antara Ducati dan Honda dalam hal remunerasi menunjukkan dinamika keuangan yang semakin intens di MotoGP. Kedepannya, penggemar dapat mengharapkan persaingan tidak hanya di lintasan, tetapi juga di ruang rapat manajemen tim, dimana angka-angka kontrak akan menjadi indikator utama kemampuan tim dalam merekrut dan mempertahankan talenta terbaik.