Portal Muria – 17 April 2026 | Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Adhi Pamungkas (PDIP), menyoroti perlunya sinergi antara pemerintah kabupaten dan desa-desa dalam mengoptimalkan potensi wisata sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih tergolong rendah. Dalam wawancara yang dilakukan di komplek Setda Pati, Pamungkas menegaskan bahwa komunikasi yang belum terstruktur antara pihak desa dan Pemerintah Kabupaten menjadi hambatan utama dalam mengembangkan sektor pariwisata.
Pati memiliki sejumlah destinasi yang berpotensi menghasilkan pendapatan signifikan bila dikelola secara optimal. Di antara tempat-tempat tersebut adalah Waduk Gunung Rowo, Gua Pancur, dan Waduk Seloromo. Selain ketiga lokasi tersebut, terdapat juga Waduk Gembong yang telah diakui sebagai wisata nasional. Pamungkas berpendapat bahwa dengan manajemen yang terintegrasi, promosi yang terarah, serta fasilitas pendukung yang memadai, target PAD tahunan dapat terlampaui secara konsisten.
- Waduk Gunung Rowo – area rekreasi air yang cocok untuk kegiatan perahu dan olahraga air.
- Gua Pancur – formasi geologis yang menawarkan pemandangan alami dan potensi ekowisata.
- Waduk Seloromo – lokasi memancing dan spot foto alam yang menarik.
- Waduk Gembong – telah terdaftar sebagai destinasi wisata nasional, memiliki potensi wisata budaya dan alam.
Pemerintah Kabupaten Pati diharapkan dapat menyusun kebijakan yang memfasilitasi pengembangan infrastruktur pendukung, seperti akses jalan, fasilitas kebersihan, serta keamanan di sekitar objek wisata. Selain itu, penyediaan pelatihan bagi pengelola lokal mengenai standar pelayanan dan pemasaran digital dapat meningkatkan daya tarik wisata Pati di pasar domestik maupun regional.
Adhi Pamungkas juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat desa dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program wisata. Dengan memberikan ruang partisipasi yang luas, diharapkan rasa memiliki (ownership) masyarakat terhadap destinasi wisata akan meningkat, sehingga dukungan terhadap kebijakan pemerintah menjadi lebih kuat. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.
Secara keseluruhan, peningkatan PAD melalui sektor pariwisata tidak hanya menambah kas daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan rumah tangga, dan memperkuat identitas budaya lokal. Jika semua pemangku kepentingan dapat bersinergi, Pati berpotensi menjadi contoh sukses pengembangan wisata berbasis komunitas yang berdampak positif pada keuangan daerah.
Dengan komitmen bersama antara DPRD, Disporapar, pemerintah desa, dan pelaku usaha, target PAD tahunan yang selama ini terkesan minim dapat diubah menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi Kabupaten Pati.








