Selamatkan Warisan Budaya Pati: Dinarpus Gencarkan Penelusuran dan Digitalisasi Naskah Kuno

BUDAYA61 Dilihat

Portal Muria – 16 April 2026 | Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Pati meluncurkan serangkaian langkah konkret untuk melindungi warisan budaya leluhur yang berisiko hilang. Pada Kamis, 16 April 2026, petugas Dinarpus menggelar acara Sosialisasi Identifikasi, Pendaftaran, dan Alih Media Naskah Kuno di Lantai II Gedung Dinarpus, Pati. Kegiatan ini menandai komitmen pemerintah daerah dalam menelusuri, menginventarisasi, dan memigrasikan naskah‑naskah kuno ke format digital, sehingga nilai historisnya dapat diakses oleh generasi mendatang.

Kepala Dinarpus Kabupaten Pati, Sukardi, menegaskan bahwa potensi naskah kuno di wilayah Bumi Mina Tani masih jauh dari optimal. “Di Pati ini cukup banyak naskah‑naskah kuno, tapi sekali lagi belum tergali sehingga ini perlu kita upayakan,” ujarnya dalam sambutan resmi. Ia menambahkan bahwa banyak dokumen bersejarah tersimpan di lingkungan pondok pesantren, rumah warga, dan koleksi pribadi yang belum terdaftar secara resmi.

Proses penelusuran dimulai dengan tiga fase utama: identifikasi sumber, pendaftaran detail naskah, dan alih media ke format digital. Dalam tahap identifikasi, petugas Dinarpus bekerja sama dengan aparat kecamatan untuk memetakan lokasi penyimpanan naskah, baik di institusi pendidikan agama maupun di rumah warga. Setelah naskah terdeteksi, data katalog seperti judul, penulis (jika diketahui), tahun penulisan, dan kondisi fisik dicatat dalam sistem terpusat.

  • Identifikasi: Survei lapangan bersama tokoh desa dan pemuka pesantren.
  • Pendaftaran: Pengisian formulir digital berisi metadata naskah.
  • Alih Media: Pemindaian foto resolusi tinggi dan konversi ke format PDF untuk arsip digital.

Hingga tanggal peluncuran, Dinarpus Pati berhasil menemukan 12 naskah kuno. Dari jumlah tersebut, tujuh naskah sudah berhasil dialihmediakan menjadi berkas digital, sementara lima naskah sisanya masih dalam proses penelusuran lebih lanjut. “Kita ada 12 yang tujuh sudah kita alih mediakan, yang lima nanti dalam waktu ini kita telusuri. Harapan kami ada yang lain,” kata Sukardi dengan optimisme.

Kepala Bidang Perpustakaan, Aris Haryono, menekankan dimensi moral dari upaya pelestarian ini. Menurutnya, menyimpan dan mengakses naskah kuno bukan sekadar tugas administratif, melainkan tanggung jawab moral generasi penerus. “Kita sebagai penerus leluhur kita harapannya bisa melestarikan budaya‑budaya yang ada di Pati khususnya terkait dengan masalah kuno,” ujarnya, menegaskan pentingnya kesadaran kolektif dalam melindungi identitas budaya daerah.

Selain upaya inventarisasi, Dinarpus Pati juga membuka ruang dialog dengan Lembaga Tingkat Nasional Naskah dan Manuskrip (LTNNU) Pati. Ketua LTNNU, Angga Saputra, mengusulkan agar proses digitalisasi tidak berhenti pada tahap penyimpanan data semata. Ia mengajak Dinarpus untuk melakukan hilirisasi naskah melalui kajian akademis, terjemahan ke bahasa modern, serta penyelenggaraan pameran publik. “Tujuannya agar program ini tidak berhenti pada tahap sosialisasi semata, melainkan menjadi upaya dalam merekonstruksi identitas serta nilai‑nilai luhur ke‑Pati‑an,” tegasnya.

Penguatan jaringan kerjasama dengan kecamatan menjadi faktor kunci keberhasilan program. Aparatur kecamatan dilatih untuk mengenali ciri‑ciri naskah kuno, mencatat kepemilikan, dan melaporkan temuan kepada Dinarpus. Pendekatan partisipatif ini diharapkan dapat memperluas jangkauan penelusuran ke pelosok desa, mengurangi risiko hilangnya dokumen yang masih berada dalam kepemilikan pribadi.

Digitalisasi naskah kuno tidak hanya menyelamatkan isi tulisan, tetapi juga mengurangi tekanan fisik pada dokumen rapuh. Dengan mengonversi naskah ke format foto beresolusi tinggi dan PDF, peneliti, pelajar, dan masyarakat umum dapat mengakses konten tanpa harus menyentuh materi asli yang rentan pecah atau pudar. Selain itu, arsip digital dapat diintegrasikan ke dalam portal daring Dinarpus, mempermudah pencarian dan distribusi pengetahuan secara luas.

Secara keseluruhan, inisiatif Dinarpus Pati mencerminkan langkah proaktif pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya yang terancam. Dengan menggabungkan metode ilmiah, teknologi digital, dan kolaborasi lintas sektor, program ini berpotensi menjadi model bagi wilayah lain yang memiliki koleksi naskah kuno serupa. Keberhasilan fase awal—penemuan 12 naskah dan alih media tujuh di antaranya—menjadi bukti bahwa komitmen kuat dapat mengubah ancaman kepunahan menjadi peluang edukasi dan kebanggaan budaya.