Portal Muria – 16 April 2026 | Flavio Silva, penyerang asal Portugal yang sempat menelan kritik berat setelah dipisahkan dari Persebaya Surabaya, kini kembali menjadi sorotan utama setelah mencetak sembilan gol di Liga Afrika Selatan bersama Kaizer Chiefs. Performa tajamnya menjadi tamparan keras bagi Green Force yang semakin terpuruk di klasemen Super League Indonesia 2025/2026.
Sejak resmi bergabung dengan Kaizer Chiefs pada 1 Juli 2025, Silva berhasil menorehkan 6 gol dan 1 assist dalam 15 penampilan musim 2025/2026. Bila dihitung sejak debutnya, totalnya mencapai 9 gol dan 1 assist dalam 25 laga. Angka tersebut menunjukkan peningkatan efisiensi yang signifikan dibandingkan catatan di Persebaya, di mana ia memerlukan 33 pertandingan untuk mencetak 9 gol dan 2 assist.
Statistik terperinci menegaskan perbedaan performa kedua periode:
| Tim | Pertandingan | Gol | Assist | Rasio Gol per Pertandingan |
|---|---|---|---|---|
| Persebaya Surabaya | 33 | 9 | 2 | 0,27 |
| Kaizer Chiefs | 25 | 9 | 1 | 0,36 |
Dalam beberapa pertandingan terakhir di Liga Premier Afrika Selatan, Silva tampak lebih percaya diri, mengakhiri peluang dengan penempatan klinis. “Main bagus, tiga poin, cetak gol, istirahat bagus, besok lagi,” tulisnya di Instagram, menegaskan kepuasan atas kontribusi barunya.
Sementara itu, Persebaya Surabaya (Green Force) mengalami kemacetan di lini depan. Duet Bruno Paraíba dan Mihailo Perović belum mampu menggantikan peran Silva. Kekurangan itu menjadi jelas pada pekan ke‑27 melawan Persija Jakarta, di mana Green Force menelan kekalahan 0‑3 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tim tidak mencetak satu tembakan pun yang tepat sasaran meski menghasilkan 10 peluang, menandakan kegagalan eksekusi yang mengkhawatirkan.
Pelatih Bernardo Tavares menilai faktor mental sebagai penyebab utama. Ia mengungkapkan, gol cepat Persija menggerus konsentrasi pemain, membuat mereka kehilangan fokus di babak kedua. Tekanan semakin bertambah setelah hasil imbang 0‑0 melawan Semen Padang, di mana Silva gagal memanfaatkan peluang emas pada menit 90. Kritik pedas mengalir di media sosial, menilai penampilan Silva masih belum konsisten.
Menanggapi sorotan tersebut, Silva mengeluarkan pernyataan singkat melalui Instagram: “Failures can not define who you are. Disappointed but there is no time for crying or regret. Focus on the next one. We move on.” Pernyataan itu diiringi emotikon ikan hiu, buaya, dan hati hijau, menandakan tekad untuk bangkit kembali.
Dukungan moral datang dari rekan senegaranya, Vitor Barata, yang menulis komentar “É grande irmão” di kolom komentar postingan Silva. Barata, yang juga bermain di liga domestik, menegaskan rasa hormat dan harapannya agar Silva kembali menunjukkan kelasnya di level nasional.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan strategis bagi manajemen Persebaya. Apakah klub akan kembali berusaha merekrut pemain asing dengan profil serupa, atau mengoptimalkan talenta lokal untuk menutup kekosongan di lini serang? Sementara itu, Kaizer Chiefs tampaknya puas dengan kontribusi Silva, yang tidak hanya menambah gol tetapi juga membawa pengalaman internasional bagi skuad.
Secara keseluruhan, perjalanan Flavio Silva menggambarkan dinamika karier pemain profesional: satu keputusan transfer dapat mengubah trajektori performa secara drastis. Bagi Green Force, kehilangan Silva menjadi pelajaran pahit tentang pentingnya manajemen skuad yang berkelanjutan. Bagi Silva, babak baru di Afrika Selatan membuka peluang untuk menegaskan kualitasnya di panggung internasional.
Ke depan, harapan tetap tinggi bagi kedua belah pihak. Persebaya harus menemukan solusi agar lini depan tidak terus mengalami kebuntuan, sementara Silva berupaya mempertahankan konsistensi gol bersama Kaizer Chiefs, sekaligus menunggu kesempatan kembali beraksi di tanah air.








