Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra Tegaskan Netralitas di Tengah Isu Bursa Calon Ketua PKB

Politik137 Dilihat

Portal Muria – 15 April 2026 | Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menanggapi dengan santai spekulasi yang menyebut namanya masuk dalam bursa calon Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pati. Meskipun mengakui dirinya sebagai kader partai yang menggunakan simbol bola dunia, Chandra menegaskan bahwa komitmennya tetap pada tugas sebagai pejabat publik yang melayani seluruh masyarakat, bukan hanya satu partai.

Saat Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Pati dijadwalkan berlangsung di Hotel Gitrary pada Kamis, 16 April 2026, Chandra hadir sebagai tamu undangan. Ia menolak anggapan bahwa dirinya menjadi kandidat kuat dalam pemilihan pimpinan partai tingkat kabupaten. “Kandidatnya bukan kami. Kami hanya hadir sebagai tamu, teman‑teman PKB. Kami milik semua masyarakat Kabupaten Pati,” ujar Chandra di Pendopo Kabupaten Pati pada Rabu, 15 April 2026.

Ketika ditanya mengenai kesiapan jika terpilih menjadi Ketua DPC PKB Pati, Chandra tidak memberikan jawaban tegas. Ia menekankan netralitas posisi pejabat publik, menyatakan bahwa dirinya tidak dapat memihak satu kelompok politik tertentu. “Bukan tidak berkenan, tetapi pejabat publik harus milik semua masyarakat, tidak hanya satu partai,” tegasnya.

Selain nama Plt Bupati, sejumlah tokoh senior PKB juga muncul dalam wacana bursa calon kepemimpinan partai di tingkat kabupaten. Di antaranya Gus Rizal (Syaifulah Rizal), yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC PKB Pati, serta anggota DPRD Jawa Tengah Sugiarto, anggota DPRD Pati Kastomo, ketua Fraksi PKB DPRD Pati Muntamah, dan Sekretaris DPC PKB Pati Ahmad Husain.

Ketua Panitia Muscab PKB Pati, Sunoto, menjelaskan bahwa proses penentuan pimpinan partai berada di bawah kendali pusat. Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jawa Tengah telah melakukan penjaringan nama dari tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan elemen masyarakat lainnya. “Sistemnya usulan dari DPW. Nama‑nama hasil penjaringan disimpulkan oleh DPW, kemudian diajukan ke DPP untuk diputuskan. Hasilnya akan diumumkan besok, Kamis,” kata Sunoto.

Sunoto menambahkan bahwa meskipun Pengurus Anak Cabang (PAC) diberikan ruang untuk menambah usulan nama dalam forum Muscab, mereka tidak memiliki wewenang untuk mengurangi atau mencoret nama‑nama yang sudah diajukan oleh DPW ke tingkat pusat. Hal ini menegaskan bahwa proses seleksi tetap terpusat dan mengikuti prosedur internal partai.

Isu masuknya nama Risma Ardhi Chandra ke dalam bursa calon ketua PKB muncul setelah publikasi daftar nama yang dipertimbangkan oleh DPW Jawa Tengah. Namun, Chandra menegaskan bahwa kehadirannya dalam Muscab tidak bermaksud untuk mengumumkan pencalonan. Ia menekankan bahwa peranannya tetap pada fungsi administrasi dan pengawasan sebagai Plt Bupati, serta kepedulian terhadap semua lapisan masyarakat di Kabupaten Pati.

Para pengamat politik menilai bahwa pernyataan Chandra mencerminkan strategi menjaga netralitas di tengah dinamika politik lokal. Sebagai pejabat yang memimpin daerah, ia perlu menghindari persepsi kepentingan partisan yang dapat mengganggu kepercayaan publik. “Pejabat publik sebaiknya mengedepankan kepentingan umum, bukan partai tertentu,” ujar seorang analis politik dari Universitas Diponegoro yang meminta disamarkan namanya.

Dalam konteks pemilihan kepengurusan PKB Pati, Muscab menjadi ajang penting bagi partai untuk menentukan arah kebijakan dan strategi ke depan. Proses penentuan pimpinan tidak hanya melibatkan tokoh partai, tetapi juga melibatkan masukan dari tokoh agama, khususnya NU, serta elemen masyarakat lainnya. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan kepemimpinan yang representatif dan mampu mengakomodasi aspirasi konstituen.

Sementara itu, Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa ia tetap berfokus pada agenda pembangunan daerah, termasuk program pertanian, infrastruktur, dan pemberdayaan UMKM. Ia menambahkan bahwa keberadaan bursa nama calon ketua PKB tidak mengubah prioritas kerja pemerintah daerah. “Kami tetap bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tanpa memandang latar belakang politik,” tuturnya.

Jika hasil Muscab mengukuhkan nama-nama baru dalam kepengurusan PKB Pati, partai tersebut diharapkan dapat memperkuat posisinya di kancah politik Kabupaten Pati menjelang Pilkada mendatang. Namun, bagi Plt Bupati Risma Ardhi Chandra, fokus utama tetap pada pelayanan publik dan menjaga kepercayaan warga, terlepas dari dinamika internal partai.

Dengan demikian, dinamika politik di Kabupaten Pati terus berlanjut, menuntut keseimbangan antara kepentingan partai dan kepentingan masyarakat luas. Keputusan akhir Muscab PKB Pati akan menjadi indikator bagaimana partai menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman dan ekspektasi konstituen.