JEPARA, PortalMuria.com – Badan Urusan Logistik (Bulog) resmi memulai penyaluran Bantuan Pangan untuk alokasi Februari dan Maret 2026 di Kabupaten Jepara. Program ini menyasar total 155.720 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan komoditas utama berupa beras dan minyak goreng MinyaKita.
Peluncuran (launching) penyaluran dilakukan di Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Jumat (27/3/2026), sebagai titik awal distribusi di wilayah kepulauan.
Pada tahap awal, Bulog Kantor Cabang (KC) Pati menyalurkan bantuan kepada 707 PBP di Karimunjawa. Karena mencakup dua bulan sekaligus, setiap penerima mendapatkan paket bantuan dalam jumlah lebih besar.
Rincian bantuan: 20 kilogram beras, 4 liter minyak goreng MinyaKita
Pemimpin Cabang (Pinca) Bulog Pati, Meitha Nova Riany, menjelaskan bahwa bantuan diberikan dalam dua paket untuk memenuhi kebutuhan Februari dan Maret sekaligus.
“Hari ini kita launching penyaluran Bantuan Pangan untuk alokasi Februari dan Maret 2026. Setiap PBP mendapat 2 pack beras total 20 kilogram dan 4 liter MinyaKita,” ujarnya.
Meitha menegaskan bahwa program Bantuan Pangan bukan sekadar bantuan sosial, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah dinamika pasar.
Menurutnya, distribusi ini diharapkan mampu:
- Mengurangi beban pengeluaran masyarakat
- Menjamin ketersediaan pangan pokok
- Menekan gejolak harga di tingkat konsumen
Penyaluran ini juga mencakup seluruh wilayah Eks-Karesidenan Pati, yang menjadi area kerja Bulog KC Pati.
Sinergi Pemerintah Daerah Jadi Kunci Sukses Program
Bulog turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menyukseskan program ini. Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jepara, Dinas Sosial, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dinilai berperan besar dalam kelancaran distribusi.
“Kami berkomitmen memastikan bantuan tepat sasaran. Terima kasih kepada Pemkab Jepara dan seluruh pihak yang telah bersinergi,” tambah Meitha.
Tahun 2026 membawa peningkatan signifikan dalam jumlah penerima bantuan. Bulog mencatat adanya kenaikan hingga 1,5 kali lipat dibanding periode sebelumnya.
Namun, target penyaluran yang semula direncanakan selesai pada akhir Maret harus disesuaikan. Faktor libur Lebaran membuat distribusi kemungkinan baru akan tuntas pada pertengahan April 2026.
Pemilihan Karimunjawa sebagai lokasi launching bukan tanpa alasan. Wilayah kepulauan ini memiliki tantangan logistik tersendiri, sehingga menjadi prioritas awal distribusi agar bantuan tidak terlambat diterima masyarakat.
Dengan dimulainya penyaluran ini, Bulog berharap seluruh bantuan dapat tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah terpencil.
(Red.)








