Stok Pangan Aman Jelang Lebaran 2026, Bulog Pati Kantongi 67 Ribu Ton Beras

Berita, Pati611 Dilihat

PATIPortalMuria.com  – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Perum Bulog Kantor Cabang Pati memastikan ketersediaan stok pangan di wilayah kerjanya berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Wilayah kerja Bulog Pati meliputi lima kabupaten di kawasan Eks Karesidenan Pati, yakni Pati, Jepara, Kudus, Rembang, dan Blora.

Dengan stok cadangan yang masih melimpah, masyarakat diminta tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan bahan pokok menjelang Lebaran.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Pati, Meitha Nova Riany, mengungkapkan bahwa saat ini Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di berbagai gudang Bulog mencapai 67.225 ton.

Jumlah tersebut dinilai sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu cukup panjang.

“Stok saat ini untuk beras CBP ada 67.225 ton dan ini cukup sampai 6 sampai 7 bulan ke depan,” ujar Meitha saat ditemui di kantornya, Senin (9/3/2026).

Bulog juga telah mendistribusikan stok beras tersebut ke sejumlah gudang yang tersebar di lima kabupaten, yakni Kabupaten Pati 26.000 ton, Kabupaten Jepara 15.000 ton, Kabupaten Blora 8.500 ton, Kabupaten Rembang (Gudang Kedungrejo) 8.000 ton, dan Kabupaten Kudus 2.100 ton.

Sebaran ini dilakukan untuk memastikan distribusi pangan tetap lancar ketika permintaan meningkat menjelang Lebaran.

Selain beras, Bulog Pati juga memastikan ketersediaan komoditas penting lainnya seperti minyak goreng dan gula pasir.

Saat ini stok minyak goreng merek Minyakita tercatat lebih dari 550 ton. Setiap bulan, Bulog menerima pasokan rutin sekitar 300.000 liter untuk menjaga stabilitas pasokan di pasar.

Sementara itu, stok gula pasir yang tersedia mencapai 2.700 ton dan diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan, sambil menunggu masa giling di pabrik gula GMM Blora.

Terkait harga Minyakita yang kadang masih dijumpai lebih tinggi di pasaran, Meitha menjelaskan bahwa Bulog sebenarnya hanya menguasai sekitar 35 persen dari total distribusi, sementara 65 persen sisanya berada di tangan distributor.

Meski demikian, untuk kios-kios yang dipasok langsung oleh Bulog, harga tetap mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni maksimal Rp 15.700 per liter.

Sebagai langkah menjaga stabilitas harga sekaligus menekan inflasi menjelang Lebaran, Bulog juga akan menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat.

Penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) untuk alokasi Februari dan Maret akan diberikan sekaligus kepada 674.104 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Setiap penerima akan mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Kabupaten Pati tercatat sebagai daerah dengan penerima bantuan terbanyak, yakni 183.385 PBP.

Di akhir keterangannya, Meitha mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong bahan pokok secara berlebihan.

Menurutnya, panic buying justru berpotensi memicu gejolak harga dan berdampak pada inflasi.

“Bulog itu barangnya cukup, sangat cukup. Jadi enggak usah panik karena kalau panik akan berdampak pada inflasi,” pungkasnya.

(Red.)