Tragis di Kebun Cabak Pati, Motor PCX Putih Ungkap Kematian Pria 31 Tahun

Berita, Pati810 Dilihat

PATI, PortalMuria.com – Pagi yang semula berjalan biasa di Dukuh Brito, Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, mendadak berubah mencekam. Sebuah sepeda motor yang terparkir di area kebun warga menjadi petunjuk awal terbongkarnya kematian seorang pria, Kamis pagi, (26/3/2026).

Penemuan ini bermula sekitar pukul 06.30 WIB, saat warga memulai aktivitas rutin di lahan perkebunan. Keberadaan kendaraan yang mencurigakan memantik rasa penasaran, hingga akhirnya warga menemukan sesosok tubuh tak bernyawa di sekitar lokasi.

Korban diketahui bernama Suroto (31), warga Desa Perdopo, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati. Ia berprofesi sebagai wiraswasta.

Identitas korban berhasil diungkap setelah petugas mencocokkan sepeda motor yang ditemukan di lokasi dengan keterangan warga yang mengenali aktivitas terakhir korban sebelum kejadian.

Sepeda motor jenis Honda PCX berwarna putih itu menjadi kunci penting dalam proses identifikasi awal sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Kapolsek Tlogowungu Polresta Pati, AKP Mujahid, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan warga dengan mendatangi lokasi bersama tim medis.

“Kami langsung bergerak menuju lokasi setelah laporan diterima dan melakukan pemeriksaan awal bersama petugas medis,” ujarnya.

Di lokasi kejadian, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan kronologi peristiwa.

Hasil pemeriksaan di lapangan mengungkap fakta memilukan. Korban ditemukan dalam posisi tergantung menggunakan tali plastik pada sebuah pohon di area kebun.

Pengukuran di lokasi menunjukkan posisi tubuh korban dengan jarak tertentu dari permukaan tanah, yang menguatkan dugaan bahwa korban meninggal akibat bunuh diri.

Dokter Heru dari Puskesmas Tlogowungu menyampaikan hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban.

“Terdapat bekas jeratan melingkar pada bagian leher korban. Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh, dan waktu kematian diperkirakan kurang dari enam jam,” jelasnya.

Temuan ini semakin menguatkan dugaan bahwa tidak ada keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.

Setelah proses pemeriksaan awal selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga. Namun, keluarga memutuskan menolak dilakukan autopsi.

Keputusan tersebut membuat proses penyelidikan lanjutan hanya mengandalkan hasil pemeriksaan luar dan olah TKP yang telah dilakukan petugas.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa tragedi seringkali datang tanpa tanda yang terlihat jelas. Di balik rutinitas harian, bisa tersimpan tekanan yang tak terucap.

Kematian Suroto bukan sekadar peristiwa kriminal, tetapi juga cermin pentingnya kepedulian sosial dan perhatian terhadap kondisi mental di lingkungan sekitar.

Masyarakat diharapkan lebih peka terhadap perubahan perilaku orang-orang di sekitarnya, serta tidak ragu untuk saling menguatkan di tengah tekanan hidup yang kian kompleks.

(Red.)