Pemakaman Michael Bambang Hartono di Rembang Berlangsung Khidmat, Disemayamkan di Kompleks Keluarga Djarum

Berita, Nasional535 Dilihat

REMBANGPortalMuria.com  – Jenazah Michael Bambang Hartono akhirnya beristirahat untuk selamanya di kompleks makam keluarga Djarum, Dukuh Nggodo, Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026).

Almarhum dimakamkan berdampingan dengan ayahnya, Oei Wie Gwan, serta sang ibu, di area tertinggi kompleks pemakaman. Lokasi ini bukan sekadar tempat peristirahatan, tetapi juga simbol akar panjang keluarga besar Djarum di tanah Rembang.

Sejak pagi, suasana di sekitar lokasi pemakaman tampak berbeda. Iring-iringan kendaraan pelayat memadati area, sementara karangan bunga berjejer rapi, berpadu dengan janur kuning yang menandai suasana duka.

Jenazah tiba sekitar pukul 10.20 WIB menggunakan ambulans yang dikawal aparat. Tak lama berselang, rombongan keluarga dan pelayat mengikuti. Bahkan, dua helikopter terlihat terparkir di sekitar lokasi, menandakan besarnya perhatian terhadap prosesi ini.

Upacara pemakaman berlangsung khidmat. Ritual keagamaan dipimpin rohaniawan, dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga sebelum jenazah dimakamkan. Para tamu diberi kesempatan memberikan penghormatan terakhir dalam suasana tertib dan penuh haru.

Sekretaris Daerah Rembang, Fahrudin, menegaskan bahwa kompleks makam di Nggodo bukan lokasi baru bagi keluarga besar Djarum.

“Pemakaman ini sudah cukup lama menjadi makam keluarga. Orang tua dan saudara-saudaranya juga dimakamkan di sini,” ujarnya.

Sejumlah anggota keluarga dan pelayat berjalan khidmat dalam prosesi pemakaman Michael Bambang Hartono di Rembang, Jawa Tengah. Tampak seorang pelayat membawa foto almarhum, sementara lainnya menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir di kompleks makam keluarga Djarum.

Kompleks tersebut menjadi saksi perjalanan lintas generasi keluarga Djarum, dari perintis hingga penerus yang membawa perusahaan ke level nasional bahkan global.

Lebih dari sekadar pengusaha, Michael Bambang Hartono dikenal sebagai putra daerah yang memberi dampak nyata. Melalui perusahaan dan berbagai program sosial, ia berkontribusi dalam membuka lapangan kerja serta mendorong pembangunan daerah.

Berbagai kegiatan CSR, termasuk hibah lahan dan dukungan sosial, menjadi bagian dari warisan yang ditinggalkan.

Para pelayat, termasuk karyawan Djarum, mengenang sosok almarhum sebagai pribadi sederhana di balik pengaruh besar yang dimilikinya.

Sebelum dimakamkan, almarhum wafat pada Kamis (19/3) di Singapura. Jenazah kemudian disemayamkan di Jakarta dan Kudus sebelum akhirnya dibawa ke Rembang, karena Rembang adalah tanah yang menjadi titik awal sekaligus akhir perjalanan hidupnya.

Pemakaman ini bukan hanya penutup sebuah kisah hidup, tetapi juga pengingat akan jejak panjang seorang tokoh yang membangun, memberi, dan kembali ke asalnya.

(Red.)