Banjir dan Longsor Terjang Pati, Sembilan Kecamatan Terdampak Bencana Hidrometeorologi

Berita, Pati1340 Dilihat

PATIPortalMuria.com | Bencana hidrometeorologi kembali menunjukkan kedahsyatannya di Kabupaten Pati. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Jumat (9/1/2026) hingga Sabtu (10/1/2026) memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah, terutama kawasan lereng Gunung Muria hingga daerah pesisir utara.

Tak tanggung-tanggung, sembilan kecamatan dilaporkan terdampak dalam peristiwa ini. Banjir merendam wilayah padat penduduk, sementara longsor menggerus lereng-lereng rawan di kaki Muria, meninggalkan kerusakan dan kekhawatiran warga.

Kepala BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, mengungkapkan bahwa banjir melanda Kecamatan Dukuhseti, Gembong, Margorejo, Margoyoso, Pati, Tayu, dan Wedarijaksa. Sementara bencana tanah longsor tercatat terjadi di Kecamatan Gembong, Gunungwungkal, dan Tlogowungu.

“Banjir melanda sejumlah desa mulai dari Kecamatan Dukuhseti, Pati Kota, Tayu, Margoyoso, Wedarijaksa, Margorejo, hingga Gembong. Sedangkan tanah longsor terjadi di Gunungwungkal, Tlogowungu, dan Gembong, tepatnya di Desa Klakahkasihan,” jelas Martinus.

Hingga Sabtu sore, BPBD masih melakukan asesmen lapangan untuk mendata dampak kerusakan secara menyeluruh. Martinus memperkirakan jumlah desa terdampak mencapai puluhan desa, dengan sebaran paling luas di wilayah perkotaan Pati dan Margorejo.

“Kalau jumlah desa, puluhan. Di Pati Kota saja ada Sidokerto, Kalidoro, Pati Wetan, Sidoharjo, Dengkek, Widorokandang. Di Margorejo juga ada. Pati dan Margorejo saja sudah lebih dari 10 desa, belum wilayah lain,” ungkapnya.

Banjir terparah dilaporkan terjadi di Desa Bulumanis Kidul dan Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso. Ratusan rumah warga terendam air, bahkan beberapa tanggul dilaporkan jebol akibat derasnya arus banjir.

Foto; Kondisi rumah rusak berat akibat diterjang banjir bandang di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Sabtu (10/1/2026).

“Yang paling parah Bulumanis Kidul dan Tunjungrejo. Ada sejumlah tanggul yang rusak,” tambahnya.

Air bah juga membawa lumpur, sampah, serta material bangunan yang menumpuk di permukiman warga, menyulitkan proses pembersihan.

Sementara itu, bencana longsor paling parah terjadi di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu. Di kawasan lereng Gunung Muria tersebut, tercatat 13 titik longsor yang menutup akses jalan dan mengancam permukiman warga.

Longsoran tanah terjadi hampir bersamaan sejak Jumat malam, dipicu hujan deras yang mengguyur tanpa jeda hingga Sabtu siang.

Meski genangan air di sejumlah wilayah mulai berangsur surut, sisa material banjir masih menumpuk dan berpotensi menimbulkan dampak lanjutan. BPBD bersama TNI, Polri, relawan, dan pemerintah desa terus melakukan penanganan darurat, pembersihan material, serta pendataan kerusakan.

Warga diimbau tetap waspada, mengingat potensi hujan susulan masih dapat memicu bencana lanjutan, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor di lereng Gunung Muria.

(Red.)